Selama masa kehamilan, tubuh wanita secara alami mengalami penyesuaian daya tahan tubuh agar janin dapat tumbuh dengan aman. Kondisi ini membuat ibu hamil lebih mudah terpapar infeksi. Di sisi lain, perubahan fisik juga memberi tekanan tersendiri pada fungsi pernapasan.
“Di saat yang sama, rahim yang membesar mendesak ruang paru-paru, padahal kebutuhan oksigen justru meningkat. Karena itu, ISPA lebih mudah membuat ibu sesak, dan dampaknya bisa ikut dirasakan janin,” ungkapnya.
Paparan asap rokok terbukti merusak struktur alami saluran pernapasan. Zat kimia dalam asap rokok melumpuhkan bulu-bulu getar (silia) di saluran napas serta melemahkan sel-sel imun paru.
“Akibatnya, infeksi lebih mudah masuk dan bertahan. Risiko ini juga mengintai orang di sekitar perokok, terutama anak-anak yang menghirup asap rokok di rumah,” cetus Prof. Erlina.
Pada penderita asma dan PPOK, ISPA dengan mudah memicu kekambuhan karena peradangan saluran napas yang sudah ada sebelumnya. Sementara pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi memperlemah sistem imun.