Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes Kirim 500 Ribu Masker dan Obat ISPA ke Wilayah Terdampak Kabut Asap Karhutla

Niko Prayoga , Jurnalis-Minggu, 18 Oktober 2026 |18:08 WIB
Menkes Kirim 500 Ribu Masker dan Obat ISPA ke Wilayah Terdampak Kabut Asap Karhutla
Penanganan Kemenkes untuk wilayah terdampak kabut asap karhutla. (Foto: dok Kemenkes)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Kesehatan mendistribusikan tambahan masker, oxygen concentrator (OC) hingga obat-obatan khusus ISPA ke wilayah terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Hal tersebut diungkapkan Budi Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta pada Sabtu, 17 Oktober 2026 bersama dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Sugiono. 

Rapat koordinasi tersebut melibatkan kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota dari tujuh wilayah terdampak karhutla (Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah), kepala puskesmas, serta kepala unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes. 

Dalam kesempatan itu, Sugiono sendiri menekankan respons darurat terpadu antara pusat dan daerah sebagai satu hal penting dalam menghadapi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak Karhutla," ujar Sugiono, dikutip Minggu (18/10/2026).

Layanan Optimal untuk Anak, Ibu Hamil, dan Lansia

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan pendistribusian tambahan 500 ribu masker, oxygen concentrator (OC) hingga obat-obatan sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah khususnya obat-obatan khusus ISPA.

"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," kata Budi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement