JAKARTA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat yang terdampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk tetap berada di rumah, khususnya bagi kelompok rentan. Upaya ini untuk mengurangi paparan serta menggunakan masker, kacamata serta baju panjang jika harus terpaksa ke luar rumah.
Hal itu disampaikan Budi menyusul kondisi kabut asap di wilayah terdampak karhutla semakin buruk dan ramai diperbincangkan di media sosial. Menurutnya, kondisi ini sangat berdampak bagi masyarakat khususnya kelompok rentan seperti bayi hingga ibu hamil.
“Kami di Kementerian Kesehatan memang melihat bahwa bencana ini dampaknya cukup besar terutama untuk kaum rentan. Kita melihatnya tuh orang tua, balita, dan juga ibu hamil,” kata Budi kepada wartawan di Kantor Kementerian Dalam Negeri.
Ia menyebut, tugas dari Kementerian Kesehatan dalam hal ini adalah memastikan kondisi kesehatan masyarakat di tengah kabut asap dengan cara memberikan imbauan dan edukasi untuk meminimalisir dampak paparan.
Menurut Budi, masyarakat harus segera bisa beradaptasi untuk meminimalisir paparan, seperti dengan cara tetap berada di rumah dan tidak keluar kecuali ada kepentingan mendesak.
“Yang saya sampaikan selalu adalah bahwa nomor satu kalau bisa stay di rumah. Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus bersegera beradaptasi dan usahakan stay di rumah. Jangan keluar kecuali benar-benar penting,” tuturnya.