JAKARTA - Minum setelah makan malam sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Namun, memilih minuman yang tepat juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk ginjal. Salah satu pilihan terbaik yang bisa dikonsumsi adalah air putih.
Melansir Verywell Health, air putih menjadi pilihan utama untuk mendukung kesehatan ginjal karena membantu tubuh tetap terhidrasi dan membuang zat sisa melalui urine. Selain itu, air putih tidak mengandung gula tambahan maupun bahan lain yang berpotensi membebani ginjal.
Meski begitu, air putih bukan satu-satunya pilihan. Air berkarbonasi tanpa pemanis, teh herbal, serta jus buah sitrus yang diencerkan juga bisa menjadi alternatif, bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing.
Yuk, simak penjelasannya!
Asupan air yang cukup membantu ginjal menjalankan fungsinya dengan mendukung aliran darah menuju ginjal dan membantu membuang zat sisa melalui urine.
Selain itu, hidrasi yang baik dapat membuat urine lebih encer sehingga konsentrasi mineral yang berpotensi membentuk batu ginjal berkurang. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), mencukupi kebutuhan cairan, terutama dari air putih, merupakan langkah penting untuk mencegah batu ginjal.
Namun, bukan berarti minum air putih setelah makan malam memberikan manfaat lebih besar bagi ginjal dibandingkan meminumnya pada waktu lain. Hal terpenting adalah menjaga asupan cairan yang cukup sepanjang hari.
Minum air putih dalam jumlah berlebihan juga tidak disarankan. Bagi penderita penyakit ginjal kronis stadium lanjut, kelebihan cairan bahkan bisa berbahaya karena ginjal mungkin tidak mampu membuangnya secara optimal.
American Kidney Fund (AKF) juga merekomendasikan air berkarbonasi tanpa tambahan bahan tertentu sebagai pilihan bagi penderita penyakit ginjal yang menyukai minuman bersoda. Untuk menambah rasa, kamu bisa memasukkan daun mint segar, irisan lemon, atau sedikit jus cranberry.
Teh herbal tanpa gula dan kafein juga bisa menjadi pilihan setelah makan malam. Selain memenuhi kebutuhan cairan, secangkir teh hangat juga bisa memberikan rasa nyaman sebelum tidur tanpa terlalu berisiko mengganggu kualitas tidur.
Namun, tak semua teh herbal aman bagi penderita penyakit ginjal. Teh peppermint dan chamomile termasuk jenis teh yang dinilai ramah bagi ginjal oleh National Kidney Foundation.
Pilihan lainnya adalah jus buah sitrus, seperti lemon, jeruk nipis, dan jeruk manis, yang dicampur dengan air putih. Buah-buahan tersebut mengandung sitrat, senyawa yang berpotensi membantu mencegah jenis batu ginjal tertentu, terutama batu kalsium oksalat.
Sitrat bekerja dengan mengikat kalsium dalam urine sehingga mengurangi kemungkinan kalsium bergabung dengan oksalat dan membentuk kristal.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jus lemon, jeruk nipis, dan jeruk manis dapat meningkatkan kadar sitrat dalam urine. Namun, efektivitasnya dalam menurunkan risiko batu ginjal secara langsung masih belum sepenuhnya diketahui.
Seperti yang diketahui, air putih merupakan pilihan utama untuk jaga kesehatan ginjal setelah makan malam. Namun, beberapa minuman lain juga bisa menjadi alternatif selama kandungannya sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Bagi orang yang memiliki penyakit ginjal, kebutuhan cairan dan batas asupan mineral seperti kalium serta fosfor bisa berbeda-beda. Karena itu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan jenis dan jumlah minuman yang sesuai dengan kondisi kesehatan.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.