JAKARTA - Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa belum ada temuan kasus Pes di Indonesia usai dugaan wabah Pes di Rusia. Kasus tersebut mulai ramai diberitakan usai tabung yang diduga berisi patogen Yersinia pestis atau bakteri penyebab penyakit pes pecah dan menewaskan seorang pekerja laboratorium pada 25 September 2026 kemarin.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat diwawancarai di Kantor Kementerian Kesehatan, Minggu (11/10/2026).
Ia mengatakan, dirinya telah mendapatkan laporan secara langsung dari Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit (Ditjen P2 / Ditjen P2P) Kementerian Kesehatan bahwa belum ditemukan adanya kasus Pes di Indonesia.
“Saya sudah mendapatkan laporan dan langsung mendapatkan laporan dari Plt. Dirjen P2 bahwa di Indonesia belum ditemukan pes ini,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya bakal terus memperketat pengawasan atau surveillans terkuat berbagai gejala yang mungkin bisa timbul.
“Kita tetap terus melakukan surveillance terhadap gejala-gejala yang timbul. Kita terus memberikan panduan dan peringatan terhadap gejala yang timbul, tapi ternyata sampai saat ini belum ditemukan adanya gejala penyakit pes tersebut di Indonesia," ucap Dante.
Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menuturkan belum ada notifikasi khusus melalui IHR (International Health Regulation), NFP (National Focal Point), maupun EIS (Event Information Site) WHO terkait kewaspadaan khusus.