JAKARTA - Kementerian Kesehatan memberikan tanggapan soal adanya dugaan penyebaran wabah pes di Rusia usai tabung yang diduga berisi patogen Yersinia pestis, bakteri penyebab penyakit pes pecah. Kejadian tersebut menewaskan seorang pekerja laboratorium pada 25 September 2026 kemarin.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman mengatakan, pihaknya saat ini masih terus memantau perkembangan situasi serta penanganan kasus tersebut di Rusia.
“Balai Karantina Kesehatan, RS, Labkesmas, Dinas Kesehatan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan,” kata Aji saat dihubungi iNews Media Group, Selasa (6/10/2026).
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa belum ada notifikasi khusus melalui IHR (International Health Regulation), NFP (National Focal Point), maupun EIS (Event Information Site) WHO terkait kewaspadaan khusus.
“Sampai saat ini (5/10) belum ada notifikasi melalui IHR NFP maupun informasi dalam (EIS) WHO untuk kewaspadaan khusus pada kejadian tersebut,” ungkapnya.
Kendati belum ada peringatan khusus dari lembaga kesehatan dunia, Kemenkes tetap mengambil langkah antisipasi. Aji menuturkan bahwa peningkatan pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional telah dilaksanakan secara ketat, salah satunya di pintu masuk utama seperti bandara dan pelabuhan internasional di Bali.