“Sedangkan pada intoleransi laktosa, anak biasanya masih bisa menoleransi susu atau produk turunannya seperti yogurt atau keju asalkan dalam jumlah tertentu,” kata dr. Ardi dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Senin (5/10/2026).
Menariknya, intoleransi laktosa pada anak di atas usia tiga tahun, khususnya pada anak Asia atau Indonesia, disebut sebagai kondisi yang tergolong normal. Hal tersebut berkaitan dengan faktor genetik yang membuat produksi enzim laktase berkurang secara bertahap seiring bertambahnya usia.
“Fakta menariknya nih untuk anak Asia atau Indonesia di atas usia 3 tahun, itu biasanya mengalami intoleransi laktosa itu tergolong normal. Kenapa? Karena secara genetik kehadiran enzim laktase pada anak Asia memang akan berkurang secara bertahap,” ujarnya.
Dokter Ardi juga menjelaskan, penanganan anak yang mengalami alergi protein susu sapi juga tidak bisa disamakan dengan intoleransi laktosa. Khususnya bagi bayi yang tidak mendapatkan ASI, pemilihan formula harus dilakukan secara tepat.
Jika anak telah terdiagnosis mengalami alergi protein susu sapi, pemberian susu bebas laktosa saja tidak cukup. Formula yang digunakan perlu berupa formula dengan protein yang terhidrolisis sempurna atau formula berbasis asam amino.