Hasilnya, disiplin yang tidak konsisten berkaitan dengan lebih banyak masalah emosional maupun perilaku anak. Disiplin tidak konsisten yang dimaksud adalah ketika orang tua menerapkan aturan secara tidak menentu atau tidak konsisten.
Sementara itu, pengawasan yang buruk secara khusus berkaitan dengan lebih banyak masalah perilaku dari luar, seperti agresivitas dan kesulitan memusatkan perhatian. Namun, pengawasan yang buruk tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan masalah emosional seperti kecemasan dan depresi.
Meski menemukan hubungan antara pola asuh dan kondisi anak, peneliti mengingatkan bahwa hasil penelitian ini belum memberikan gambaran lengkap mengenai lingkungan tempat anak dibesarkan.
Data penelitian berasal dari laporan orang tua, yang sebagian besar diisi oleh ibu. Hanya 52 ayah yang ikut mengisi survei, sementara anggota keluarga atau orang lain yang turut berperan dalam pengasuhan tidak ikut diperhitungkan.
Jadi, tak ada satu pola pengasuhan yang cocok untuk semua keluarga. Namun, membangun hubungan yang positif dengan anak, memberikan aturan secara konsisten, dan tetap terlibat dalam keseharian mereka dapat menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan perilaku dan emosional anak.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.