Sementara itu, atlet Jepang Yukiko Umeno yang sebelumnya berada di luar posisi dua teratas kemudian mendapatkan medali perunggu.
Dilansir dari OCA Asia, Danzengquzong mencatat waktu 3 jam 26 menit 9 detik, sedangkan Ma Li menyelesaikan lomba dalam 3 jam 32 menit 26 detik. Umeno mencatat waktu 3 jam 34 menit 59 detik.
Toxanbayeva telah mengonfirmasi pembatalan hasil tersebut melalui media sosial. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah memberikan dukungan kepadanya selama proses tersebut.
Meski medali emasnya dicabut, Toxanbayeva masih memiliki kesempatan untuk memperjuangkan hasil perlombaannya melalui proses banding yang telah diajukan.
Kasus ini menunjukkan bahwa dalam kompetisi olahraga tingkat internasional, bukan hanya kemampuan atlet yang harus memenuhi aturan. Peralatan yang digunakan, termasuk sepatu, juga wajib sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung pada diskualifikasi, bahkan setelah seorang atlet lebih dulu melewati garis finis sebagai pemenang.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.