Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 Provinsi Paling Banyak Kasus TBC, Wamenkes: Bangka Belitung dan Jakarta

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 30 September 2026 |23:05 WIB
2 Provinsi Paling Banyak Kasus TBC, Wamenkes: Bangka Belitung dan Jakarta
Wamenkes RI, Dante Saksono Harbuwono. (Foto: Binti Mufarida/Okezone)
A
A
A

3. Penurunan Angka Estimasi TBC di Indonesia

Menkes Ingatkan Pengobatan TBC Harus Tuntas 6 Bulan, Jangan Berhenti di Tengah Jalan 

Dante mengatakan, angka estimasi TBC di Indonesia telah mengalami penurunan dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, penurunan tersebut terjadi setelah kegiatan identifikasi dan pengobatan dilakukan secara masif di seluruh provinsi.

"Dan kelihatan setelah kita melakukan TPT dalam waktu 1 tahun, kita turunkan estimasi tuberkulosis yang diidentifikasi oleh WHO dari tadinya 1.090.000 menjadi 1.080.000," tuturnya.

Menurut Dante, skrining menjadi salah satu hal penting dalam upaya pengentasan TBC. Pemerintah juga menekankan pentingnya investigasi kontak terintegrasi melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

"Kalau dulu teman-teman ingat zaman Covid, kita kan ada yang satu rumah itu harus di-swab. Ini juga sama di tuberkulosis. Yang satu rumah itu harus mendapatkan terapi pencegahan selama 3 bulan supaya tidak terkena kasus tuberkulosis," lanjutnya.

4. Skrining dan Terapi Pencegahan

Selain skrining dan terapi pencegahan, Dante menyebut penggunaan obat TBC juga menjadi faktor penting. Pemerintah, kata dia, telah melakukan berbagai penelitian hingga menghasilkan obat yang dapat digunakan dalam waktu lebih singkat.

"Yang tadinya 6 sampai 9 bulan. 6 sampai 9 bulan kan bosen orang minum obat banyak begitu, banyak bisa sampai 9 tablet satu hari. Sekarang 1 bulan saja," katanya.

Pemerintah juga melakukan pemberdayaan desa dan kelurahan melalui program desa dan kelurahan siaga tuberkulosis atau Siaga TB. Melalui program tersebut, masyarakat terus diberikan pemahaman mengenai bahaya TBC.

"Kemudian monitoring bersama antara pemerintah pusat dan daerah setiap minggu. Kita melakukan setiap minggu evaluasi, ada Pak Dirjen di sini, Pak Dirjen P2P (Pencegahan Penyakit) di Kementerian Kesehatan yang melakukan evaluasi setiap minggu angka tuberkulosis ini dengan pemerintah daerah," imbuhnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement