Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minum Susu Bikin Berat Badan Naik? Ini Faktanya!

Agustina Wulandari , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |08:05 WIB
Minum Susu Bikin Berat Badan Naik? Ini Faktanya!
Ilustrasi minum susu. (Foto: dok Magnific/jcomp)
A
A
A

JAKARTA - Susu sering dianggap sebagai salah satu minuman yang bisa menambah berat badan. Anggapan ini sebenarnya tak sepenuhnya keliru, karena susu mengandung kalori, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Namun, naiknya berat badan pada dasarnya terjadi ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh lebih banyak daripada yang dibakar. Karena itu, susu bisa menjadi salah satu pilihan untuk menambah asupan kalori, terutama jika dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang. 

Kandungan Susu Berbeda-beda

Melansir Healthline, jenis susu memiliki kandungan kalori dan lemak yang berbeda. Dalam satu gelas atau sekitar 240 mililiter, susu murni mengandung sekitar 150 kalori dan 8 gram lemak. Sementara itu, susu rendah lemak 2 persen mengandung sekitar 125 kalori, susu 1 persen sekitar 100 kalori, dan susu skim sekitar 80 kalori.

Meski berbeda dalam jumlah lemak dan kalori, berbagai jenis susu sapi tersebut tetap menyediakan sekitar 8 gram protein per gelas. Susu juga menjadi sumber kalsium dan kerap diperkaya dengan vitamin D. 

Susu Bisa Menambah Berat Badan

Minum Susu
Minum susu. (Foto: dok Ist)

Bagi orang yang mau menambah berat badan, susu bisa menjadi cara praktis untuk mendapatkan tambahan kalori sekaligus protein. Susu dengan kandungan lemak lebih tinggi memberikan kalori lebih banyak.

Selain menambah asupan kalori, protein dalam susu juga dapat mendukung pembentukan massa otot. Susu mengandung dua jenis protein utama, yaitu whey dan kasein.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi susu setelah latihan fisik, terutama latihan beban, bisa meningkatkan pembentukan otot. Jadi, kenaikan berat badan yang diinginkan tak hanya berasal dari penambahan lemak, tetapi juga bisa didukung oleh peningkatan massa otot. 

Tidak Semua Orang Cocok Minum Susu

Alergi Minum Susu
Ilustrasi intoleransi laktosa. (Foto: dok Magnific)

Meski bisa membantu menambah asupan kalori dan protein, susu bukan pilihan yang cocok untuk semua orang. Orang yang mengalami intoleransi laktosa dapat mengalami perut kembung, bergas, atau tidak nyaman setelah mengonsumsi susu.

Ada juga orang yang alergi terhadap protein susu seperti kasein dan whey. Reaksinya dapat berupa masalah pada kulit dan pencernaan hingga reaksi alergi yang serius.

Jika tak bisa mengonsumsi susu, masih ada banyak pilihan makanan lain yang dapat membantu menambah berat badan, seperti telur, alpukat, ikan berlemak, kacang-kacangan, selai kacang, dan sumber protein nabati. 

Nah, kalau tujuan kalau adalah menambah berat badan, susu murni dapat menjadi salah satu pilihan karena kandungan kalorinya lebih tinggi dibandingkan susu rendah lemak. Namun, tetap perhatikan kebutuhan kalori secara keseluruhan dan jangan mengandalkan satu jenis makanan atau minuman saja. 

Jadi, susu memang bisa menambah asupan kalori dan protein, tetapi bukan berarti minum susu saja otomatis membuat berat badan naik. Kenaikan berat badan tetap dipengaruhi oleh keseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dan yang digunakan tubuh.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement