Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Makanan yang Baik untuk Nutrisi dan Perkembangan Otak Anak, Bikin Makin Cerdas

Nurrizka Nasywa Tsabitah , Jurnalis-Jum'at, 25 September 2026 |19:05 WIB
9 Makanan yang Baik untuk Nutrisi dan Perkembangan Otak Anak, Bikin Makin Cerdas
Makanan. (Foto: Freepik)
A
A
A

6. Jeruk

Anak Makan Sayur

Jeruk menjadi favorit anak-anak berkat rasanya yang manis. Memasukkan jeruk ke pola makan anak dapat meningkatkan kesehatan mereka secara keseluruhan, termasuk kesehatan kognitifnya.

Jeruk kaya akan flavonoids, termasuk hersperidin dan narirutin. Faktanya, jus jeruk merupakan salah satu sumber flavonoid yang paling sering dikonsumsi.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan dan minuman kaya flavonoid seperti jeruk dan jus jeruk membantu meningkatkan aktivitas saraf dan aliran darah ke otak, yang dapat meningkatkan fungsi kognitif.

Jeruk juga kaya akan vitamin C, zat gizi yang sangat penting untuk kesehatan otak. Vitamin C sangat diperlukan untuk perkembangan otak yang tepat, produksi neurotransmiter (zat kimia penghantar sinyal saraf), dan banyak lagi.

7. Yoghurt

Memberikan anak yoghurt tanpa pemanis untuk sarapan atau sebagai camilan kaya protein merupakan cara yang luar biasa dalam mendukung kesehatan otak mereka. Produk olahan susu seperti yoghurt merupakan sumber yodium yang baik, yaitu zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak mengonsumsi cukup yodium lebih rentan mengalami gangguan kognitif dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki pola makan cukup yodium. Selain menjadi sumber yodium yang baik, yoghurt juga kaya akan berbagai zat gizi lain yang penting bagi perkembangan dan fungsi otak, termasuk protein, B12, dan selenium.

8. Makanan Tinggi Zat Besi

Kekurangan zat besi sering ditemukan pada anak-anak. Kadar zat besi yang rendah dapat berdampak negatif pada perkembangan kognitif dan performa akademik anak-anak.

Kekurangan zat besi juga telah dikaitkan dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Anak-anak di bawah usia tujuh tahun dianggap paling mengalami kekurangan zat besi.

Untuk membantu mencegah kekurangan zat besi, pastikan pola makan anak mengandung makanan kaya zat besi. Makanan tersebut meliputi daging merah, daging unggas, makanan laut, kacang-kacangan, dan bayam.

Perlu diingat bahwa tubuh menyerap zat besi heme (yang ditemukan dalam makanan hewani) dengan lebih baik daripada zat besi non-heme (yang ditemukan dalam makanan nabati). Pola makan anak idealnya mengandung kombinasi dari sumber zat besi heme dan non-heme.

Menambahkan sumber vitamin C ke dalam makanan kaya zat besi non-heme dapat membantu meningkatkan penyerapan. Sebagai contoh, kamu bisa menambahkan perasan jus lemon ke dalam salad bayam.

9. Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Kacang-kacangan dan biji-bijian sangat bergizi serta mengandung konsentrasi tinggi dari berbagai zat gizi yang dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif. Ini termasuk vitamin E, folat, zat besi, dan protein.

Penelitian juga menunjukkan bahwa makan kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan kualitas pola makan anak serta mendongkrak asupan zat gizi esensial mereka, seperti lemak sehat, protein, dan serat. Kualitas pola makan ini dikaitkan dengan performa akademik dan fungsi kognitif yang lebih baik.

Selain itu, kacang, biji-bijian, serta selai kacang dan selai biji-bijian merupakan makanan serbaguna yang disukai anak-anak yang dapat membantu meningkatkan kualitas nutrisi pada makanan utama maupun camilan.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement