Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Keramas saat Haid Bikin Menstruasi Berhenti?

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 19 September 2026 |13:05 WIB
Mitos atau Fakta: Keramas saat Haid Bikin Menstruasi Berhenti?
Keramas. (Foto: Freepik)
A
A
A

LARANGAN keramas saat haid kerap menghampiri kaum hawa. Banyak yang percaya bahwa membasahi kepala saat menstruasi bisa memicu darah haid mendadak mampet.

Bahkan, ada anggapan yang menyebut keramas saat haid bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Lantas, apakah hal tersebut sebuah fakta atau hanya mitos semata?

Keramas/ Freepik

1. Keramas saat Haid Bikin Menstruasi Berhenti?

Dokter sekaligus health influencer, dr. Noah Jefferson Permana, meluruskan anggapan keliru ini melalui utas di akun Threads miliknya. Ia menegaskan bahwa keramas tidak ada hubungannya dengan berhenti atau lancarnya siklus menstruasi.

“Sebagai dokter, teruntuk perempuan, keramas waktu haid gaa bikin mens berhenti total, sini aku jelasin,” tulis dr. Noah.

Menurutnya, siklus dan durasi menstruasi sepenuhnya dikendalikan oleh sistem hormonal di dalam tubuh, seperti estrogen, progesteron, follicle-stimulating hormone (FSH), dan luteinizing hormone (LH). Faktor-faktor inilah yang sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya aliran darah haid.

“Durasi haid itu bukan diatur sama keramas tapi diatur oleh hormon. Estrogen + progesteron, FSH + LH. Secara medis hormon-hormon itu dipengaruhi stress, makanan, olahraga, istirahat, kondisi lainnya. Tapi gaa ada hubungan langsung sama keramas,” ungkap dia.

 

2. Penyebab Munculnya Anggapan Keramas saat Haid Bikin Menstruasi Berhenti

Keramas

Lantas, dari mana anggapan bahwa keramas bisa menghentikan haid itu muncul? dr. Noah menjelaskan bahwa efek berkurangnya aliran darah yang dirasakan sebagian perempuan usai keramas biasanya bersifat sementara dan sama sekali tidak berbahaya secara medis.

“Tapi kenapa ada yang bilang haid stop kalau keramas? Ada expert opinion yang bilang kalau keramas pake air dingin itu bikin penyempitan pembuluh darah sementara, aliran darah berkurang sementara, jumlah darah haid bisa berkurang sementara, tapi gaa bahaya secara medis,” papar dr. Noah.

Alih-alih berbahaya, menjaga kebersihan tubuh termasuk mencuci rambut saat menstruasi justru sangat dianjurkan. Pasalnya, perubahan hormon selama haid umumnya memicu peningkatan produksi minyak pada kulit dan kulit kepala. Mandi atau keramas menggunakan air hangat bahkan bisa membantu memberikan rasa nyaman pada tubuh.

“Keramas + mandi pake air hangat pas haid justru jaga kebersihan + kesehatan kulit di saat produksi minyak kulit naik saat haid. Bisa bantu redain kram perut haid,” saran dia.

Jadi, bagi para perempuan, tidak perlu ragu lagi untuk tetap menjaga kebersihan diri dan keramas saat sedang haid. Selain tetap segar, tubuh juga terhindar dari tumpukan minyak berlebih yang bisa mengganggu kenyamanan beraktivitas.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement