JAKARTA - Mendapatkan vaksin influenza bukan berarti seseorang sepenuhnya terbebas dari risiko terkena flu. Meski sudah menerima vaksin, infeksi masih mungkin terjadi karena virus influenza terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Namun, vaksinasi tetap memiliki manfaat penting karena dapat membantu menurunkan risiko terkena influenza sekaligus mengurangi tingkat keparahan penyakit dan kemungkinan terjadinya komplikasi.
Melansir laman Bangkok Hospital, influenza atau flu merupakan penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Dua tipe yang paling umum adalah influenza A dan B.
Influenza A mencakup subtipe seperti H1N1 dan H3N2. Virus ini dapat mengalami perubahan dan menyebar secara luas. Sementara itu, influenza B memiliki beberapa garis keturunan, termasuk Victoria dan Yamagata.
Penularan influenza dapat terjadi melalui percikan cairan pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengeluarkan ingus dan dahak. Risiko penularan dapat terjadi dalam jarak sekitar 1–2 meter.
Setelah virus masuk ke tubuh, gejala biasanya muncul dalam rentang 1–4 hari.
Influenza dapat menyerang siapa saja. Namun, sejumlah kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, terutama lansia dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kelompok yang perlu lebih waspada antara lain:
Gejala influenza umumnya muncul secara tiba-tiba dan dapat berupa demam tinggi, tubuh lelah, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, serta pilek atau hidung berair.
Sebagian besar gejala dapat membaik dalam waktu sekitar 1–2 minggu. Namun, kondisi dapat menjadi serius apabila terjadi komplikasi.
Jika demam tinggi tidak kunjung membaik, batuk semakin berat, atau muncul sesak napas setelah pengobatan, sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis. Terutama bagi kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat antivirus untuk membantu mengurangi risiko komplikasi akibat influenza.
Pertanyaan ini kerap muncul karena seseorang masih dapat mengalami influenza meskipun sudah mendapatkan vaksin.
Salah satu penyebabnya adalah virus influenza terus mengalami perubahan. Komposisi virus yang beredar setiap tahun dapat berbeda sehingga vaksin juga perlu diperbarui secara berkala.
Selain itu, perlindungan dari vaksin tidak terbentuk seketika. Tubuh membutuhkan waktu sekitar dua minggu setelah vaksinasi untuk membangun respons kekebalan.
Vaksin juga tidak memberikan perlindungan mutlak terhadap seluruh kemungkinan infeksi. Namun, vaksinasi tetap dapat membantu mengurangi risiko penyakit, keparahan gejala, penyebaran, serta komplikasi yang mungkin terjadi.
Vaksin influenza diberikan secara rutin karena virus yang beredar dapat berubah dari waktu ke waktu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan, termasuk bagi orang yang sebelumnya pernah mengalami flu.
Dengan vaksinasi berkala, tubuh mendapatkan kesempatan untuk membentuk perlindungan terhadap strain influenza yang menjadi sasaran vaksin pada musim tersebut.
Manfaat vaksinasi bukan hanya berkaitan dengan pencegahan infeksi, tetapi juga membantu menurunkan risiko mengalami penyakit berat dan komplikasi.
Seperti vaksinasi lainnya, vaksin influenza dapat menimbulkan beberapa efek samping ringan. Keluhan yang dapat muncul antara lain:
Keluhan tersebut umumnya bersifat sementara. Namun, apabila muncul reaksi yang mengkhawatirkan setelah vaksinasi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Jika setelah vaksin muncul ruam pada tubuh atau demam yang berlangsung lebih dari 24 jam, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan memastikan apakah berkaitan dengan reaksi terhadap vaksin.
Pada akhirnya, masih terkena flu setelah vaksinasi bukan berarti vaksin tidak memberikan manfaat. Perlindungan vaksin dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh kecocokan vaksin dengan virus yang sedang beredar serta kondisi sistem kekebalan tubuh.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.