PAPARAN abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Partikel abu yang berukuran sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak dianjurkan menggunakan masker atau respirator yang memiliki kemampuan filtrasi tinggi. Selain itu, masker juga harus dapat menutup wajah dengan rapat.
Salah satu yang direkomendasikan untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel abu vulkanik adalah respirator seperti N95, KF94, atau KN95. Namun, muncul pertanyaan, jika masker tersebut baru digunakan selama sehari, apakah masih boleh dipakai kembali?
Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) RS Siloam TB Simatupang, dr. Henie Widowati, SpP, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone menyampaikan bahwa maker N95, KF94, atau KN95 berbeda dengan masker bedah yang penggunaannya sering dibatasi oleh kondisi masker.
Respirator partikulat seperti N95, KF94, dan KN95 tidak selalu harus langsung dibuang setelah beberapa jam pemakaian. Dalam kondisi tertentu, masker tersebut masih dapat digunakan kembali apabila kondisinya masih baik.
Tidak ada patokan tunggal bahwa respirator harus diganti setelah sejumlah jam tertentu. Lama penggunaan sangat bergantung pada kondisi masker, lingkungan, serta tingkat paparan.
Hal ini menjadi penting saat terjadi erupsi gunung berapi. Masyarakat yang tinggal cukup jauh dari sumber erupsi mungkin hanya terpapar abu vulkanik dalam jumlah relatif sedikit. Dalam kondisi tersebut, masker yang digunakan sebelumnya masih dapat dipertimbangkan untuk dipakai kembali selama tetap memenuhi persyaratan.
“Kembali lagi ke masker yang direkomendasikan dokter untuk kondisi abu vulkanik saat ini memang yang direkomendasikan punya filtrasi 94 persen minimal. Itu memang enggak ada patokan berapa lama boleh dipakai karena beda dengan masker bedah biasa,” ujar dr. Henie.
“Kalau biasanya 4 jam itu udah harus ganti karena sudah basah pasti kalau kita bicara nempel. Kalau ini kan enggak, apalagi bentuk masker N95 atau KF94 atau KN95 itu macam-macam, ada yang bentuknya kaku, ada yang dia bentuknya kayak duckbill, jadi itu memang lebih fleksibel sih,” lanjutnya.
“Itu sebetulnya patokannya harus berapa jam, enggak ada. Nah itu bisa dipakai lagi kalau memang di kondisinya masih baik. Artinya gini, kita mungkin enggak dalam kondisi yang dekat dengan daerah erupsi, Jadi kalau dekat daerah erupsi kadang abunya banyak, sudah kotor, hitam,” jelas dr. Henie.

Abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Abu dapat mengandung partikel sangat halus yang dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Karena itu, kondisi masker setelah digunakan di lingkungan berabu perlu diperhatikan.
Masker masih dapat digunakan kembali jika Tidak terlihat kotor atau tertutup abu secara berlebihan, tidak basah atau lembap, tidak robek atau mengalami kerusakan, dan tali atau karetnya masih dalam kondisi baik dan tidak longgar.
Bentuk masker juga masih memungkinkan terbentuknya seal atau kerapatan yang baik dengan wajah. Terakhir, tidak ada bagian masker yang berubah sehingga udara dapat masuk melalui celah di sekitar hidung, pipi, atau dagu. Sebaliknya, masker sebaiknya diganti apabila sudah terlihat kotor, rusak, atau tidak lagi dapat menempel rapat pada wajah.
“Kalau sepanjang itu enggak kotor, masih bersihm enggak rusak sealnya, karetnya. Jadi karet enggak rusak itu bisa rapat sealnya masih rapat di pinggirnya. Sebenarnya masih bisa dipakai,” jelas dr. Henie.
“Tetapi harus diingat juga, kalau sudah kelihatan kotor, terus kalau dipakai malah tambah bersin-bersin, ya kita harus ganti,” lanjutnya.
Tidak perlu menunggu sampai masker benar-benar penuh abu untuk menggantinya. Penggantian perlu dilakukan apabila kondisi masker sudah tidak memungkinkan perlindungan yang optimal.
Masyarakat sebaiknya mengganti respirator apabila masker sudah kotor, rusak, basah, sulit digunakan untuk bernapas, atau tidak lagi dapat membentuk kerapatan yang baik dengan wajah. Perhatikan juga respons tubuh.
Jika saat menggunakan masker seseorang justru merasa semakin sulit bernapas, mengalami iritasi, atau bersin-bersin terus-menerus, kondisi masker perlu diperiksa dan dapat menjadi pertimbangan untuk menggantinya.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.