JAKARTA - Tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah beraktivitas seharian. Saat tidur, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan diri, termasuk jantung dan pembuluh darah.
Bagi orang dengan penyakit jantung, mendapatkan tidur yang berkualitas menjadi semakin penting. Namun, ternyata posisi tidur juga dapat memengaruhi kenyamanan, pernapasan, hingga munculnya gejala tertentu.
Lalu, posisi tidur seperti apa yang paling baik untuk jantung?
Melansir Hindustan Times, Dokter Bedah Kardiotoraks, dr. Saurabh Juneja, mengatakan tak ada satu posisi tidur yang bisa dianggap paling baik untuk semua orang dengan penyakit jantung. Posisi yang ideal bergantung pada kondisi jantung, gangguan pernapasan, serta gejala yang dialami masing-masing orang.
Bagi sebagian orang dengan penyakit jantung, tidur menyamping dapat menjadi pilihan yang cukup nyaman. Posisi menyamping, termasuk ke sisi kiri, memang sering dianggap baik untuk jantung. Namun, bukan berarti posisi ini otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua pasien.
Menurut dr. Juneja, orang yang mengalami sesak napas ketika berbaring telentang mungkin akan merasa lebih nyaman jika tidur menyamping atau dengan posisi tubuh bagian atas sedikit ditinggikan.
Hal ini terutama dapat dirasakan oleh orang dengan gagal jantung. Mereka mungkin membutuhkan beberapa bantal untuk menopang tubuh bagian atas atau menggunakan tempat tidur yang dapat diatur kemiringannya agar lebih mudah bernapas.
Agar tidur terasa lebih nyaman, beberapa hal berikut bisa dicoba:
Tidur telentang sebenarnya tidak selalu buruk bagi orang dengan penyakit jantung. Sebagian orang justru merasa nyaman dengan posisi ini.
Namun, bagi orang dengan kondisi jantung tertentu, terutama yang mengalami penumpukan cairan atau gagal jantung, berbaring telentang sepenuhnya dapat membuat sesak napas menjadi lebih parah.
Karena itu, jika seseorang terus-menerus merasa kesulitan bernapas saat tidur, membutuhkan banyak bantal agar bisa tidur nyaman, atau merasa sesak tidak lama setelah berbaring, masalahnya mungkin bukan sekadar posisi tidur.
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa masalah jantung perlu mendapat perhatian medis lebih lanjut.
Menariknya, tidak ada satu posisi tidur yang secara mutlak dilarang untuk semua orang dengan penyakit jantung.
Namun, tidur tengkurap mungkin terasa kurang nyaman bagi sebagian orang, terutama jika posisi tersebut memberikan tekanan pada dada atau membuat pernapasan terganggu.
Yang paling penting adalah jangan memaksakan diri bertahan dalam posisi tertentu jika tubuh mulai memberikan tanda tidak nyaman.
Jika suatu posisi tidur terus-menerus menyebabkan nyeri dada, sesak napas berat, pusing, atau keluhan tidak biasa lainnya, sebaiknya segera mengubah posisi dan berkonsultasi dengan dokter.
Selain posisi tidur, orang dengan penyakit jantung juga perlu memperhatikan gejala yang muncul ketika beristirahat pada malam hari.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai, antara lain:
Jika gejala-gejala tersebut sering terjadi, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya posisi tidur. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan masalah jantung yang membutuhkan evaluasi medis.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.