Namun, perlu dipahami bahwa air purifier bukan alat untuk mencegah abu masuk ke rumah.
Jika jendela dan pintu terus terbuka ketika abu sedang bertebaran, partikel dari luar akan terus masuk. Akibatnya, air purifier harus bekerja lebih keras dan hasil penyaringannya bisa kurang optimal.
Karena itu, penggunaan air purifier sebaiknya dibarengi dengan menutup pintu dan jendela ketika kondisi udara luar sedang dipenuhi abu.
Ini bagian yang sering disalahpahami. Air purifier bekerja terhadap partikel yang berada di udara. Sementara itu, debu yang sudah jatuh dan menempel di lantai, meja, sofa, atau permukaan lainnya tidak otomatis hilang hanya karena air purifier dinyalakan.
EPA menjelaskan bahwa banyak partikel debu yang lebih besar cenderung cepat mengendap di permukaan sehingga tidak mudah ditangkap oleh air cleaner.
Karena itu, rumah tetap perlu dibersihkan secara rutin. Namun, ketika terdapat abu vulkanik, hindari aktivitas yang justru membuat abu kembali beterbangan.
Misalnya, jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering. Gunakan metode pembersihan yang tidak membuat partikel kembali terangkat ke udara.