Meski demikian, angka tersebut merupakan kemampuan filter dalam kondisi pengujian tertentu. Efektivitas sebuah air purifier di rumah juga dipengaruhi oleh ukuran ruangan, kecepatan aliran udara, kualitas perangkat, dan seberapa sering alat digunakan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air purifier dengan filter HEPA memang dapat menurunkan konsentrasi partikulat di dalam ruangan.
Salah satu penelitian yang dirangkum EPA menemukan penggunaan air purifier HEPA menghasilkan penurunan konsentrasi PM2.5 rata-rata sekitar 60 persen. Penelitian tersebut menggunakan filter HEPA portabel pada lingkungan yang terdampak asap kayu.
Penelitian lain yang dirangkum dalam laporan teknis EPA juga menemukan konsentrasi PM2.5 di rumah kelompok yang menggunakan air purifier turun sekitar 43 persen, dari rata-rata 7,4 menjadi 4,3 mikrogram per meter kubik.
Artinya, air purifier memang dapat membantu mengurangi jumlah partikel yang beredar di udara dalam ruangan. Namun, hasilnya tidak selalu sama pada setiap rumah.
Dalam kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau, penggunaan air purifier juga dapat menjadi salah satu langkah tambahan untuk membantu menjaga udara di dalam rumah.
EPA secara khusus menyebut portable air filter dengan filter HEPA sebagai salah satu pilihan untuk membantu menghilangkan partikel dari udara ketika terjadi paparan asap atau abu vulkanik. Perangkat tersebut disarankan memiliki kemampuan menyaring udara sekitar dua hingga tiga kali volume udara ruangan per jam.