JAKARTA — Abu vulkanik yang menempel di wajah sebaiknya tidak langsung digosok atau dilap secara kasar. Partikel abu yang menempel pada kulit berpotensi menyebabkan iritasi hingga membuat permukaan kulit mengalami luka atau goresan jika dibersihkan dengan cara yang keliru.
Dokter Tirta mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan cara membersihkan wajah setelah terpapar abu vulkanik. Ia menyarankan penggunaan facial wash yang tepat dan menghindari kebiasaan menggosok wajah secara langsung.
“Terus yang ketiga kalau kena muka, itu segera gunakan facial wash yang proper. Jangan langsung kegesek, karena bisa baret-baret, serius coy,” ujar Dokter Tirta.
Abu vulkanik memiliki partikel yang dapat bersifat abrasif. Karena itu, menggosok wajah ketika masih terdapat abu yang menempel justru dapat meningkatkan risiko iritasi atau membuat kulit terasa perih.
Masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru mengusap wajah dengan tangan atau kain dalam kondisi kering. Bersihkan wajah secara perlahan agar partikel abu tidak semakin bergesekan dengan permukaan kulit.