JAKARTA - Di tengah abu vulkanik yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar di wilayah Jabodetabek, masyarakat diimbau untuk tak perlu melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk olahraga. Dalam situasi seperti ini, sebaiknya kamu melakukan olahraga di dalam ruangan.
Padel jadi salah satu olahraga yang sedang naik daun dan digandrungi banyak orang di ibu kota. Penyebaran abu vulkanik di ibu kota, tentunya tak perlu menyurutkan semangat untuk main padel kan?
Berdasarkan sebuah ulasan ilmiah yang diterbitkan dalam Frontiers in Psychology, terungkap bahwa padel punya keunggulan psikologis. Penasaran? Yuk, bahas lebih lanjut efek psikologis yang telah dilansir dari Psy Post!
Di sisi lain, penelitian tentang padel, olahraga mirip tenis yang dimainkan di dalam sangkar kaca, cenderung berfokus pada emosi atlet saat bertanding. Para pemain padel level atas biasanya punya rasa percaya diri yang lebih tinggi dan gejala kecemasan fisik yang lebih rendah. Tapi, tingkat kecemasan ini bisa berubah-ubah tergantung peringkat, gender, babak pertandingan, atau apakah mereka lagi menang maupun kalah.
Selain itu, studi juga mencatat kalau kelelahan mental bisa meningkat saat pemain bertanding secara maraton terus-menerus. Akibatnya? Reaksi tubuh jadi agak lambat dan tingkat akurasi menurun. Uniknya, motivasi pemain kadang justru ikut naik di tengah pertandingan yang menguras tenaga, membuat mereka tetap semangat walaupun kepala sudah terasa penat.
Secara garis besar, riset menyimpulkan bahwa padel lebih menyoroti aspek performa seperti rasa percaya diri, kecemasan, dan kelelahan mental. Meski begitu, para peneliti mengingatkan kalau temuan ini masih sebatas observasi awal dan butuh riset lanjutan yang lebih dalam. Tapi, setidaknya sekarang kamu punya alasan baru buat rutin ke lapangan: selain badan sehat, pikiran juga jadi jauh lebih fresh!
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.