Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau untuk Ibu Hamil, Ganggu Pertumbuhan Janin?

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 06 September 2026 |16:37 WIB
Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau untuk Ibu Hamil, Ganggu Pertumbuhan Janin?
Bahaya Abu Vulkanik Anak Krakatau untuk Ibu Hamil, Ganggu Pertumbuhan Janin? (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang terbawa angin hingga Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat perlu diwaspadai, termasuk oleh ibu hamil. Partikel abu yang terhirup dapat mengganggu sistem pernapasan, sementara paparan pada mata dan kulit juga berpotensi menimbulkan iritasi.

Selain keluhan fisik, kondisi lingkungan akibat abu vulkanik juga dapat membuat ibu hamil mengalami stres. Gangguan kesehatan yang cukup berat pada ibu, terutama yang berkaitan dengan pernapasan, dapat berdampak pada kondisi janin.

Gangguan Pernapasan

Abu vulkanik mengandung partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup. Paparan tersebut dapat memicu sejumlah keluhan, seperti batuk, pilek, hingga sesak napas.

Pada kondisi gangguan pernapasan yang berat, asupan oksigen pada ibu dapat terganggu. Hal ini berpotensi memengaruhi suplai oksigen yang dibutuhkan janin selama berada di dalam kandungan.

Berisiko Mengganggu Pertumbuhan Janin

Gangguan pernapasan yang berat atau kambuhnya asma akibat paparan abu vulkanik dapat menyebabkan tubuh ibu kekurangan oksigen. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena oksigen merupakan salah satu faktor penting bagi tumbuh kembang janin.

Karena itu, ibu hamil yang mengalami gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik sebaiknya tidak mengabaikan gejala dan segera mendapatkan pertolongan medis.

Iritasi Mata dan Kulit

Paparan abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan pada bagian tubuh lain. Partikel abu yang mengenai mata dapat menimbulkan rasa perih, kemerahan, dan mata berair.

Sementara itu, kulit yang terkena abu secara langsung juga dapat mengalami iritasi. Kandungan partikel tertentu dalam abu vulkanik, termasuk silika, dapat membuat paparan terasa mengganggu pada kulit dan mata.

Lebih Berisiko bagi Ibu dengan Asma atau Alergi

Ibu hamil yang memiliki riwayat asma atau alergi perlu lebih waspada terhadap paparan abu vulkanik. Partikel abu yang terhirup dapat menjadi pemicu gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Untuk mengurangi risiko paparan, ibu hamil sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi abu vulkanik dan menggunakan perlindungan yang sesuai jika harus keluar rumah. Jika muncul sesak napas atau keluhan kesehatan lain setelah terpapar abu, segera periksakan kondisi ke fasilitas kesehatan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement