Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngeri! Abu Vulkanik Tak Terlihat dan Tak Berbau tapi Bisa Bikin Iritasi Mata Hingga Penyakit Paru

Niko Prayoga , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |06:15 WIB
Ngeri! Abu Vulkanik Tak Terlihat dan Tak Berbau tapi Bisa Bikin Iritasi Mata Hingga Penyakit Paru
Ngeri! Abu Vulkanik Tak Terlihat dan Tak Berbau tapi Bisa Bikin Iritasi Mata Hingga Penyakit Paru (Foto: Okezone)
A
A
A

Tak berhenti pada dampak jangka pendek, paparan partikel halus abu vulkanik dalam jangka panjang juga berisiko memicu penyakit kronis yang serius.

“Penyakit jangka panjang yang bisa muncul akibat menghirup abu vulkanik: bronkitis, silicosis (akibat penumpukan silika di paru), peningkatan risiko terjadinya infeksi paru seperti pneumonia, [hingga] kanker paru,” jelas dr. Adam.

Ia menambahkan, kelompok rentan seperti penderita asma atau penyakit paru lainnya, bayi dan anak-anak, serta penderita penyakit jantung memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan saat terpapar abu vulkanik.

Untuk meminimalkan potensi bahaya paparan partikel halus tersebut, dr. Adam membagikan beberapa panduan pencegahan yang dapat diterapkan masyarakat di wilayah terdampak:

  • Gunakan masker yang tepat: Selalu kenakan masker, terutama jenis N95 bila memungkinkan, saat berada di luar rumah untuk membantu menyaring partikel halus.
  • Amankan ruangan dalam: Tutup rapat seluruh pintu dan jendela tempat tinggal untuk mencegah abu masuk ke dalam rumah.
  • Lindungi kulit: Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang guna mengurangi kontak langsung yang dapat memicu iritasi kulit.
  • Lindungi mata: Gunakan kacamata pelindung (goggle) untuk mengurangi risiko iritasi pada mata.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement