Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Tips Atasi Sesak Napas akibat Abu Vulkanik, Ini Saran Dokter Tirta

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Minggu, 06 September 2026 |12:30 WIB
5 Tips Atasi Sesak Napas akibat Abu Vulkanik, Ini Saran Dokter Tirta
5 Tips Atasi Sesak Napas akibat Abu Vulkanik, Ini Saran Dokter Tirta (Foto: Instagram)
A
A
A

JAKARTA — Paparan abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama jika partikel abu terhirup berulang kali dalam jumlah banyak. Kondisi tersebut dapat memicu reaksi alergi, gangguan pada saluran pernapasan bagian atas, hingga bronkitis pada kondisi yang lebih berat.

Dokter Tirta membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. Ia juga mengingatkan warga yang berada di wilayah terdampak agar membatasi aktivitas di luar ruangan.

“Buat kawan-kawan yang tinggal di Jabodetabek, Jawa Barat sekitarnya yang terdampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, ini saran dari saya,” ujar Dokter Tirta.

Berikut sejumlah tips yang disampaikan Dokter Tirta untuk mengurangi risiko sesak napas dan gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik:

1. Selalu Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar

Masyarakat yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan di wilayah terdampak abu vulkanik disarankan menggunakan masker. Bahkan ketika abu yang terlihat relatif tipis, perlindungan saluran pernapasan tetap diperlukan.

Menurut Dokter Tirta, abu vulkanik yang terlalu sering terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu reaksi alergi serta gangguan pada saluran pernapasan bagian atas.

“Kenapa? Karena abunya itu kalau terhirup terlalu sering ke dalam saluran penapasan, itu bisa menyebabkan reaksi alergi dan bisa menyebabkan gangguan saluran penapasan pada atas. Bahkan pada kondisi parah bisa menyebabkan bronkitis,” jelasnya.

2. Jangan Menyapu Abu dalam Kondisi Kering

Abu vulkanik yang menumpuk di halaman atau sekitar rumah sebaiknya tidak langsung disapu secara kering. Cara tersebut justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.

Dokter Tirta menyarankan abu dibasahi terlebih dahulu menggunakan air sebelum dibersihkan.

“Disiram pakai air ya, disiram pakai air,” katanya.

Langkah tersebut dapat membantu mengurangi abu beterbangan ketika proses pembersihan dilakukan.

3. Bersihkan Wajah dengan Facial Wash

Selain saluran pernapasan, wajah juga dapat terpapar abu vulkanik ketika seseorang berada di luar ruangan. Jika abu menempel pada wajah, Dokter Tirta menyarankan agar masyarakat segera membersihkannya menggunakan pembersih wajah yang sesuai.

“Terus yang ketiga kalau kena muka, itu segera gunakan facial wash yang proper. Jangan langsung kegesek, karena bisa baret-baret, serius coy,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar wajah tidak langsung digosok ketika masih terdapat partikel abu karena dapat menyebabkan goresan atau iritasi pada kulit.

4. Kurangi Aktivitas Olahraga di Luar Ruangan

Masyarakat yang memiliki kebiasaan berolahraga di luar ruangan juga disarankan untuk sementara memindahkan aktivitas tersebut ke dalam ruangan selama kondisi masih dipenuhi abu vulkanik.

Dokter Tirta menilai olahraga outdoor dapat meningkatkan paparan karena aktivitas fisik membuat seseorang bernapas lebih banyak dan berpotensi menghirup lebih banyak partikel dari udara.

“Terus buat teman-teman yang hobi berolahraga outdoor, diganti dulu di indoor ya. Daripada anda beresiko terhirup abu vulkanik semakin banyak,” tuturnya.

Jika tetap melakukan olahraga di luar ruangan, ia menyarankan penggunaan masker sebagai salah satu bentuk perlindungan.

5. Batasi Paparan Abu Vulkanik

Pada dasarnya, mengurangi paparan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan selama terjadi hujan abu vulkanik. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat harus keluar rumah, serta memastikan lingkungan tempat tinggal dibersihkan dengan cara yang tidak membuat abu kembali beterbangan.

Dokter Tirta juga meminta masyarakat tetap memperhatikan kondisi tubuh setelah terpapar abu vulkanik.

“Salam sehat dan tetap stay safe,” pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement