Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bibir Anak Kemerahan Setelah Makan Buah, Orangtua Perlu Tahu Bedanya Iritasi dan Alergi

Niko Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 05 September 2026 |10:05 WIB
Bibir Anak Kemerahan Setelah Makan Buah, Orangtua Perlu Tahu Bedanya Iritasi dan Alergi
Anak makan buah. (Foto: Freepik)
A
A
A

BIBIR anak kerap kemerahan setelah makan buah. Kondisi ini tentunya akan membuat orangtua merasa khawatir.

Tetapi, orangtua perlu mengetahui bedanya iritasi dan alergi terhadap anak. Jadi, masalah kemerahan ini tak main disimpulkan sembarangan.

anak makan sayur

1. Bibir Anak Kemerahan Setelah Makan Buah

Dokter Spesialis Anak sekaligus influencer kesehatan, dr. Ardi Santoso dalam unggahan video di akun Instagramnya mengimbau orangtua tidak serta-merta mengasumsikan reaksi tersebut sebagai bentuk alergi makanan. Sebab, penyebab kemerahan tersebut tak bisa main disimpulkan.

“Stop! Jangan buru-buru bilang anak alergi buah hanya karena sekitar mulutnya merah setelah konsumsi buah. 'Dok, habis makan stroberi kok merah semua di sekitar bibirnya? Berarti alergi ya?' Belum tentu,” kata dr. Ardi.

Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara iritasi kulit biasa dan alergi makanan yang sebenarnya. Jika ruam merah hanya muncul terbatas pada area sekitar mulut tanpa disertai gejala sistemik lainnya, kemungkinan besar itu hanyalah iritasi kontak.

“Kalau hanya merah di sekitar mulut, tidak ada bentol di seluruh tubuh, tidak bengkak bibirnya, tidak muntah, tidak sesak napas, kemungkinan besar bukan karena alergi makanan, melainkan iritasi kontak pada kulit,” jelas dia.

Beberapa jenis buah memiliki sifat asam alami atau mengandung enzim aktif tertentu seperti kiwi, nanas, jeruk, stroberi, hingga tomat yang mudah memicu reaksi pada kulit sensitif. Terlebih lagi pada bayi atau balita yang memiliki riwayat eksim, kontak langsung antara getah atau sari buah dengan kulit sekitar bibir sangat rentan menimbulkan kemerahan sementara.

“Justru pada bayi dan balita, penyebab tersering adalah iritasi kulit, bukan alergi makanan,” tegas dr. Ardi.

 

2. Beda Iritasi dan Alergi

Anak Makan Buah

Lantas, bagaimana membedakan iritasi dengan alergi makanan yang sesungguhnya? dr. Ardi memaparkan bahwa reaksi alergi makanan umumnya melibatkan seluruh tubuh dan menimbulkan respons imun yang jauh lebih berat.

“Kalau bener alergi makanan, gejalanya biasanya bukan hanya merah di sekitar bibir. Yang perlu diwaspadai justru biduran di seluruh tubuh, bengkak di bibir dan di mata, muntah berulang, batuk atau mengi, bahkan sesak napas. Kalau muncul gejala tersebut, segera periksakan ke dokter,” papar dia.

Keputusan gegabah untuk langsung "memblacklist" buah-buahan dari piring anak justru membawa dampak buruk bagi pemenuhan gizinya. Buah merupakan sumber asupan esensial yang kaya akan vitamin, mineral, serat, serta antioksidan untuk menunjang tumbuh kembang anak secara optimal.

Pantang makan atau diet eliminasi yang dilakukan secara mandiri tanpa arahan medis dapat membatasi variasi nutrisi harian yang dibutuhkan si Kecil.

“Jadi, jangan buru-buru menghilangkan semua buah dari menu anak. Padahal buah itu merupakan sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting untuk tumbuh kembangnya, kan? Diet eliminasi hanya dilakukan bila memang ada dugaan alergi yang dibuktikan melalui evaluasi dokter,” tambah dia.

Mengakhiri penjelasannya, dr. Ardi mengingatkan para orangtua agar tidak sembarangan menetapkan pantangan makan pada anak hanya berdasarkan perkiraan sepihak.

“Jangan sampai anak kehilangan banyak makanan bergizi hanya karena salah mengira iritasi sebagai alergi. Jangan semua dipantang, dianggap alergi,” pungkas dr. Ardi.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement