Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lagi Tren Kerja Pakai Payung di Dalam Kantor demi Kulit Sehat dan Melawan Penuaan Dini

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Jum'at, 04 September 2026 |07:18 WIB
Lagi Tren Kerja Pakai Payung di Dalam Kantor demi Kulit Sehat dan Melawan Penuaan Dini
Lagi Tren Kerja Pakai Payung di Dalam Kantor demi Kulit Sehat dan Melawan Penuaan Dini (Foto: SCMP)
A
A
A

JAKARTA - Bekerja seharian di dalam kantor ternyata membuat sebagian pekerja di China merasa penampilan dan kondisi tubuh mereka ikut berubah. Fenomena yang dijuluki “penuaan di kantor” ini bahkan melahirkan berbagai cara unik untuk menjaga penampilan, salah satunya menggunakan payung di meja kerja.

Tren tersebut ramai dibicarakan di media sosial setelah seorang pengguna RedNote asal Jiangsu membagikan pengalamannya. Ia mengaku baru sebulan bekerja, tetapi merasa kulitnya menjadi lebih gelap dan matanya lebih mudah lelah, demikian dilansir dari SCMP.

Unggahan itu kemudian memicu cerita serupa dari pengguna lain. Ada yang merasa wajahnya tampak lebih segar setelah mengambil cuti, sementara sebagian lainnya mengeluhkan paparan asap rokok di ruang kerja bersama.

Berbagai cara pun dilakukan untuk membuat tubuh tetap nyaman selama bekerja. Sejumlah pekerja terlihat menggunakan payung di meja, mengenakan topi pelindung matahari atau penutup wajah, hingga mengaplikasikan tabir surya pada wajah dan lengan.

Bukan Hanya Soal Pencahayaan

Menurut perancang pencahayaan Yoki kepada media di Tiongkok, banyak kantor menggunakan pencahayaan dengan nuansa dingin. Jenis pencahayaan tersebut dipilih untuk membantu pekerja tetap waspada dan diharapkan dapat menunjang produktivitas.

Namun, kondisi lingkungan kantor tidak hanya dipengaruhi oleh pencahayaan. Udara yang terlalu kering, ventilasi yang kurang baik, debu dari sistem sirkulasi udara, hingga tingginya kadar karbon dioksida juga dapat memengaruhi kenyamanan pekerja.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement