Ia juga menyebut pemahaman mengenai peran jenis kelamin sebagai bagian dari edukasi yang dapat diperkenalkan kepada anak. Pemahaman tersebut dapat diberikan secara bertahap sesuai usia dan konteks perkembangan anak.
“Jadi sebenarnya edukasi dari hubungan seksual itu diberikan sejak dini, dan dalam rangka untuk anak memahami ketubuhannya,” pungkas Sani.
Dengan demikian, edukasi seksual sebaiknya tidak menunggu anak beranjak remaja atau mengajukan pertanyaan mengenai seksualitas. Orang tua dapat memulainya sejak anak masih kecil melalui pembelajaran sederhana tentang tubuh dan batasan diri.
Seiring bertambahnya usia, materi edukasi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan anak. Dengan pendekatan yang tepat dan sesuai tahap perkembangan, anak dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tubuhnya sekaligus memiliki bekal untuk menjaga diri.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.