Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi Ungkap Penurunan Berat Badan hingga 27,7% pada Pasien Obesitas

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |12:08 WIB
Studi Ungkap Penurunan Berat Badan hingga 27,7% pada Pasien Obesitas
Studi Ungkap Penurunan Berat Badan hingga 27,7% pada Pasien Obesitas (Foto: Freepik)
A
A
A

Meski terjadi penurunan massa otot, fungsi fisik peserta tetap terjaga berdasarkan sejumlah pengukuran kemampuan tubuh.

Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan terapi tidak cukup dinilai dari angka pada timbangan. Perubahan komposisi tubuh dan kondisi fisik juga menjadi bagian penting dalam mengevaluasi penanganan obesitas.

Efek Samping Tetap Perlu Dipantau

Terapi dengan dosis tinggi juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Keluhan yang paling sering muncul berkaitan dengan sistem pencernaan dan umumnya berada pada tingkat ringan hingga sedang.

Sekitar 3,3 persen peserta pada kelompok dosis tinggi menghentikan pengobatan akibat efek samping gastrointestinal. Pada kelompok dosis pembanding, angkanya sekitar 2 persen.

Karena itu, penggunaan terapi penurunan berat badan tetap perlu dilakukan dengan pemantauan tenaga medis. Kondisi kesehatan, penyakit penyerta, obat lain yang dikonsumsi, serta respons tubuh perlu menjadi pertimbangan.

Angka 27,7 Persen Bukan Hasil Semua Pasien

Hasil studi STEP UP memperlihatkan bahwa respons terhadap terapi obesitas berbeda-beda. Penurunan hingga 27,7 persen secara khusus ditemukan pada kelompok early responders, bukan seluruh pasien.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement