Dengan berat badan awal peserta sekitar 113 kilogram, penurunan 20,7 persen setara dengan sekitar 23 kilogram.
Kecepatan penurunan berat badan pada tahap awal memang berkaitan dengan hasil akhir, tetapi bukan satu-satunya indikator keberhasilan terapi.
Peserta yang tidak mencapai penurunan 15 persen dalam 24 minggu pertama tetap mengalami penurunan berat badan. Pada kelompok dosis tinggi, mereka rata-rata kehilangan 15,4 persen berat badan setelah 72 minggu.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pasien yang merespons lebih lambat tetap dapat memperoleh manfaat yang bermakna. Evaluasi terapi perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing pasien, manfaat kesehatan, toleransi terhadap pengobatan, serta kemampuan mempertahankan hasil.
Analisis tambahan terhadap 55 peserta menggunakan pemindaian MRI untuk melihat perubahan komposisi tubuh.
Hasilnya menunjukkan sekitar 84 persen berat yang hilang berasal dari massa lemak. Peneliti juga menemukan penurunan lebih dari 30 persen pada lemak visceral, yakni lemak yang berada di sekitar organ dalam.