Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Riset: Kurang Tidur Bisa Bikin Darah Tinggi

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2026 |23:11 WIB
Riset: Kurang Tidur Bisa Bikin Darah Tinggi
Riset: Kurang Tidur Bisa Bikin Darah Tinggi (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kebiasaan tidur kurang dari enam jam setiap malam ternyata berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Temuan ini menambah bukti bahwa durasi dan kualitas tidur tidak hanya berpengaruh terhadap kebugaran, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan jantung.

Kesimpulan tersebut berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Blood Pressure. Dalam studi tersebut, peneliti menganalisis data survei pada 2008 yang melibatkan lebih dari 15.000 orang berusia 65 tahun ke atas.

Para peserta diminta melaporkan durasi tidur mereka. Berdasarkan jawabannya, mereka kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu tidur kurang dari enam jam, tidur selama enam hingga delapan jam, serta tidur sembilan jam atau lebih.

Dari total 15.650 peserta, sebanyak 7.345 orang memenuhi kriteria hipertensi. Ketika peneliti membandingkan kebiasaan tidur dengan kondisi tekanan darah peserta, ditemukan adanya hubungan antara durasi tidur yang pendek dan risiko hipertensi yang lebih tinggi.

Sementara itu, tidur dalam durasi panjang, yakni sembilan jam atau lebih, tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan hipertensi dalam penelitian tersebut.

Mengapa Kurang Tidur Berkaitan dengan Tekanan Darah?

Menurut ahli jantung Cheng-Han Chen, MD, tidur memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar membantu tubuh beristirahat. Tidur juga berkaitan dengan berbagai proses tubuh yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular, termasuk pengaturan tekanan darah.

“Tidur bukan hanya tentang merasa segar,” jelas Chen, ahli kardiologi intervensi dan direktur medis Program Jantung Struktural di MemorialCare Saddleback Medical Center.

Ia menjelaskan, durasi dan kualitas tidur pada masa mendatang berpotensi menjadi salah satu faktor yang dapat diperhatikan tenaga kesehatan ketika menilai seseorang yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi.

Tekanan darah tinggi sendiri merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Jika berlangsung dalam waktu lama, hipertensi dapat memberikan beban tambahan pada jantung sekaligus merusak pembuluh darah.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko berbagai masalah serius, termasuk serangan jantung dan stroke.

Bukan Hanya Durasi, Kualitas Tidur Juga Penting

Temuan penelitian tersebut menjadi pengingat bagi orang yang kerap mengorbankan waktu tidur karena kesibukan. Namun, mendapatkan waktu tidur yang cukup saja belum tentu berarti kualitas istirahat sudah baik.

Chen menyarankan masyarakat untuk memperhatikan apakah mereka dapat tidur dengan nyenyak dan konsisten. Seseorang yang sering terbangun pada malam hari, sulit tidur, atau tetap merasa sangat lelah ketika bangun sebaiknya tidak mengabaikan kondisi tersebut.

“Jika seseorang secara teratur mengalami kesulitan tidur, sering terbangun di malam hari, atau merasa sangat lelah di siang hari, ada baiknya untuk membicarakan masalah tersebut dengan profesional kesehatan,” ujarnya.

Cara Lain Menjaga Kesehatan Jantung

Tidur merupakan salah satu bagian dari gaya hidup sehat. Untuk membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung, Chen juga merekomendasikan aktivitas fisik secara rutin, pola makan sehat, menjaga berat badan, menghindari rokok, serta mengelola stres.

Dalam hal pola makan, masyarakat dapat memperbanyak makanan berserat dan sumber protein rendah lemak. Sebaliknya, konsumsi natrium, lemak jenuh, serta makanan ultraolahan sebaiknya dibatasi.

Asupan alkohol juga perlu diperhatikan karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah risiko masalah kardiovaskular.

Penelitian Belum Membuktikan Hubungan Sebab-Akibat

Meski menemukan hubungan antara kurang tidur dan hipertensi, penelitian tersebut belum dapat membuktikan bahwa kurang tidur secara langsung menyebabkan tekanan darah tinggi.

Hal ini karena penelitian bersifat observasional. Dengan demikian, peneliti hanya dapat melihat keterkaitan antara kedua kondisi tersebut, bukan memastikan hubungan sebab-akibat.

Ada berbagai faktor lain yang mungkin turut memengaruhi risiko hipertensi, seperti kondisi kesehatan tertentu, tingkat stres, kebiasaan hidup, maupun faktor lain yang tidak secara langsung diukur dalam penelitian.

Meski demikian, temuan tersebut semakin memperkuat pentingnya menjadikan tidur yang cukup dan berkualitas sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement