Dukungan logistik kesehatan juga terus diperkuat. Pemerintah daerah telah memobilisasi 394.385 masker, 56 unit oksigen konsentrator, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 103 tabung Oxycan, 40 dus pemberian makanan tambahan (PMT), 36 face shield, dan delapan alat pelindung diri (APD).
“Sementara itu, Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes telah mendistribusikan 432.000 masker, 169 unit oksigen konsentrator, 40.000 pasang handscoon, 4.900 APD, serta tiga unit air purifier ke sejumlah wilayah terdampak,” jelas Prof. Dante.
Kemenkes juga memastikan kesiapan pelayanan kesehatan dengan menyiapkan 1.691 puskesmas, 360 rumah sakit rujukan, dan 87 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Kesiapsiagaan Public Safety Center (PSC) 119 dan Tenaga Cadangan Kesehatan di tingkat kabupaten/kota juga diperkuat.
Di Provinsi Riau, dampak kesehatan akibat Karhutla hingga 27 Agustus 2026 telah meluas ke 12 kabupaten/kota. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tercatat sekitar 3.293 kasus ISPA.
Kasus terbanyak ditemukan di Kota Pekanbaru dengan sekitar 900 kasus, disusul Kabupaten Pelalawan sekitar 600 kasus dan Kabupaten Kampar.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak terus diperkuat melalui seluruh fasilitas kesehatan. Dinkes Riau juga telah mengaktifkan Emergency Medical Team (EMT) di 244 puskesmas serta menyiagakan dukungan oksigen di wilayah terdampak.