Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Juta Orang Terdampak Karhutla, Wamenkes: Picu Gangguan Kesehatan

Kurniasih Miftakhul Jannah , Jurnalis-Senin, 31 Agustus 2026 |14:19 WIB
10 Juta Orang Terdampak Karhutla, Wamenkes: Picu Gangguan Kesehatan
10 Juta Orang Terdampak Karhutla, Wamenkes: Picu Gangguan Kesehatan (Foto: Kemenkes)
A
A
A

Paparan asap Karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta iritasi mata dan kulit. Dalam kondisi tertentu, paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, terutama pada kelompok rentan.

“Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma atau PPOK, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan,” lanjut Prof. Dante.

Kualitas Udara di Sejumlah Wilayah Sangat Tidak Sehat

Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak juga menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 27 Agustus 2026 pukul 16.26 WIB, beberapa wilayah berada dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, dengan PM2,5 sebagai parameter kritis.

Pontianak, Kalimantan Barat, tercatat memiliki nilai ISPU 328 atau masuk kategori berbahaya. Sementara itu, Kabupaten Tebo di Jambi memiliki nilai 287, Barito Selatan di Kalimantan Tengah 274, Katingan 258, serta Kabupaten Pali di Sumatera Selatan 255. Seluruh wilayah tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat.

Untuk memperkuat pelayanan kesehatan di daerah terdampak, pemerintah daerah bersama Kemenkes telah memobilisasi tenaga kesehatan. Hingga 27 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB, sebanyak 848 tenaga kesehatan telah dikerahkan di tujuh provinsi terdampak Karhutla.

Tenaga tersebut terdiri atas dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, analis, tenaga farmasi, epidemiolog, sanitarian, serta tenaga pendukung lainnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement