Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Bedanya Batuk Biasa dan ISPA Akibat Asap Karhutla, Dokter Ungkap Gejalanya

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 28 Agustus 2026 |20:05 WIB
Ini Bedanya Batuk Biasa dan ISPA Akibat Asap Karhutla, Dokter Ungkap Gejalanya
Kebakaran hutan sebabkan batuk hingga ISPA. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?

Batuk Pakai Masker

dr. Itna mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila batuk berlangsung lebih dari dua minggu atau tidak menunjukkan perbaikan. Masyarakat juga perlu waspada jika sebelum dua minggu sudah muncul gejala yang lebih berat, seperti sesak atau kesulitan bernapas serta tubuh lebih mudah lelah.

"Kenapa terasa sesak bernapas, kenapa lebih mudah lelah. Hati-hati, itu alarm tubuh memberitahukan kita kalau kita sedang tidak bagus kondisi oksigen di tubuh kita," kata dr. Itna.

Selain itu, orang yang sudah memiliki penyakit penyerta, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), juga disarankan lebih cepat berkonsultasi dengan tenaga medis ketika mengalami keluhan pernapasan setelah terpapar asap.

Dengan demikian, batuk akibat paparan asap karhutla sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan sepele. Mengenali tanda bahaya dan mendapatkan pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah gangguan pernapasan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement