Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Melakukan Chemical Peeling di Rumah dengan Aman, Kenali Risiko dan Perawatannya

Djanti Virantika , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2026 |22:05 WIB
Cara Melakukan Chemical Peeling di Rumah dengan Aman, Kenali Risiko dan Perawatannya
Chemical Peeling di rumah. (Foto: Freepik)
A
A
A

CHEMICAL peeling atau chemical peel merupakan perawatan kulit yang menggunakan bahan kimia untuk membantu mengangkat sel kulit mati pada permukaan kulit. Perawatan ini dapat membuat kulit tampak lebih cerah dan halus serta membantu mengatasi sejumlah masalah kulit, seperti warna kulit tidak merata, tekstur kasar, tanda penuaan, dan beberapa jenis jerawat.

Meski demikian, chemical peel bukanlah perawatan yang bisa dilakukan sembarangan. Semakin kuat konsentrasi bahan dan semakin dalam peeling bekerja, semakin besar pula risiko iritasi hingga luka bakar kimia.

Chemical Peeling

Bahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan konsumen agar tidak menggunakan produk chemical peel berkonsentrasi tinggi tanpa pengawasan tenaga profesional. Produk tertentu yang mengandung asam dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan luka bakar, nyeri, pembengkakan, infeksi, perubahan warna kulit, hingga jaringan parut.

1. Apa Itu Chemical Peeling?

Dilansir dari Health Line, chemical peel bekerja dengan menggunakan larutan kimia untuk mengangkat lapisan kulit tertentu. Dalam praktik dermatologi, kedalaman peeling dapat berbeda-beda, mulai dari superficial atau dangkal hingga medium dan deep peel.

Peeling yang dilakukan oleh dokter kulit dapat digunakan untuk membantu memperbaiki tampilan garis halus, perubahan warna kulit, kulit kusam, tekstur kasar, kerusakan akibat sinar matahari, dan beberapa jenis jerawat.

Namun, deep peel tidak seharusnya dilakukan sendiri di rumah. Bahkan, chemical peel yang lebih kuat pun sebaiknya dilakukan oleh dokter kulit atau tenaga profesional terlatih.

2. Apakah Chemical Peel Bisa Dilakukan di Rumah?

Jika ingin melakukan eksfoliasi di rumah, pilihan yang lebih aman adalah menggunakan produk eksfoliasi ringan yang memang diformulasikan untuk penggunaan rumahan. Eksfoliasi di rumah jangan menggunakan chemical peel profesional atau bahan asam berkonsentrasi tinggi.

American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan agar eksfoliasi disesuaikan dengan jenis kulit dan dilakukan secara lembut. Kulit yang kering, sensitif, atau mudah berjerawat dapat lebih mudah mengalami iritasi.

Eksfoliasi juga sebaiknya tidak dilakukan pada kulit yang sedang terbakar matahari. Selain itu, kulit memiliki luka terbuka atau mengalami kerusakan kulit juga tak diperkenankan.

3. Langkah Aman Sebelum Eksfoliasi di Rumah

Sebelum menggunakan produk eksfoliasi, perhatikan beberapa hal berikut:

1. Kenali kondisi kulit

Jangan langsung menggunakan produk asam hanya karena ingin mendapatkan hasil yang lebih cepat. Perhatikan apakah kulit termasuk sensitif, kering, berminyak, atau mudah mengalami iritasi.

Jika memiliki masalah kulit tertentu atau menggunakan obat kulit, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kulit.

2. Periksa kandungan dan petunjuk produk

Gunakan produk yang secara jelas mencantumkan kandungan, konsentrasi, cara penggunaan, dan peringatan pemakaian. Hindari produk dengan klaim peeling yang sangat kuat tetapi tidak memberikan informasi penggunaan yang jelas.

FDA secara khusus memperingatkan mengenai produk chemical peel dengan konsentrasi tinggi yang dijual kepada konsumen tanpa pengawasan profesional.

3. Jangan mencampur berbagai bahan aktif

Hindari mencoba mencampurkan beberapa jenis asam atau bahan eksfoliasi sekaligus. Penggunaan produk yang terlalu agresif dapat merusak skin barrier dan meningkatkan risiko iritasi.

AAD juga mengingatkan bahwa produk seperti retinol, retinoid resep, dan benzoyl peroxide dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap eksfoliasi.

 

4. Cara Melakukan Eksfoliasi Kimia di Rumah

Mitos atau Fakta: Chemical Peeling Bikin Kulit Jadi Tipis?

Untuk produk eksfoliasi ringan yang memang ditujukan untuk penggunaan di rumah, ikuti petunjuk pada kemasan secara ketat. Awali dengan membersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut. Keringkan kulit, kemudian aplikasikan produk sesuai jumlah dan durasi yang tercantum pada petunjuk penggunaan.

Jangan memperpanjang waktu pemakaian dengan harapan hasilnya akan lebih cepat. Jangan pula menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan.

Jika terasa terbakar hebat, muncul nyeri yang tidak biasa, pembengkakan, atau reaksi berat lainnya, segera hentikan penggunaan dan cari bantuan medis. AAD menyarankan agar eksfoliasi dilakukan secara lembut dan tidak berlebihan. Semakin agresif metode eksfoliasi, semakin jarang penggunaannya diperlukan.

5. Perawatan Setelah Eksfoliasi

Setelah menggunakan eksfoliator, fokus utama adalah menjaga kulit tetap lembap dan tidak semakin teriritasi. Gunakan pelembap yang lembut dan hindari sementara produk yang berpotensi memperparah iritasi, terutama jika kulit terasa perih atau kemerahan.

Hindari menggosok, mengelupas paksa, atau mencabut kulit yang sedang mengelupas. Menggaruk atau mengorek kulit dapat meningkatkan risiko infeksi dan jaringan parut.

Perlindungan terhadap sinar matahari juga sangat penting. Gunakan sunscreen setiap hari dan batasi paparan sinar matahari selama kulit masih dalam proses pemulihan.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement