Pemerintah juga tengah mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang saat ini masih terbatas, yakni sekitar 203 orang. Selain itu, layanan krisis kesehatan jiwa melalui Healing119.id disiapkan untuk mendukung intervensi secara cepat.
Di lingkungan pendidikan, Kemenkes mendorong peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta guru kelas dalam mendampingi siswa yang terdeteksi mengalami gejala gangguan kesehatan jiwa.
Upaya deteksi dini tersebut juga diperkuat melalui penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak oleh sembilan kementerian dan lembaga pada Kamis (5/3). Kolaborasi ini bertujuan membangun sistem penanganan kesehatan jiwa anak yang terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga pengobatan dan rehabilitasi.
Sembilan instansi yang terlibat meliputi Kemenkes, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Polri.
Melalui SKB tersebut, pemerintah juga berkomitmen menjaga kerahasiaan data pribadi anak untuk mencegah stigma. Langkah ini diharapkan dapat memastikan setiap anak memperoleh perlindungan dan penanganan kesehatan mental secara komprehensif, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.