Selain pengerahan tenaga kesehatan, Kemenkes juga mendistribusikan berbagai perlengkapan medis dan obat-obatan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak. Bantuan tersebut mencakup 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator (OC), 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis (handscoon), 36 tabung Oxycan, delapan set alat pelindung diri (APD), 33 dus pemberian makanan tambahan (PMT), serta obat-obatan dan vitamin.
Untuk memperkuat pelayanan di wilayah rawan, pos kesehatan dan ruang oksigen juga telah disiapkan di sejumlah lokasi, seperti Kabupaten Barito Utara, Barito Timur, dan Kota Palangkaraya. Sementara itu, program "Oase Udara" dijalankan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kalimantan Barat untuk memastikan ketersediaan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kemenkes mengimbau masyarakat, terutama yang berada di zona merah karhutla, untuk menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau layanan resmi.
Puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Karena itu, masyarakat juga diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.