Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Efek Berbahaya Asap Karhutla, dari Kerusakan Paru hingga Risiko Kanker

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2026 |13:05 WIB
5 Efek Berbahaya Asap Karhutla, dari Kerusakan Paru hingga Risiko Kanker
5 efek berbahaya asap karhutla. (Foto: Freepik)
A
A
A

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya meninggalkan kerusakan pada lingkungan. Asap yang dihasilkan juga dapat membawa berbagai polutan berbahaya yang mengancam kesehatan manusia.

Dokter spesialis paru dan pernapasan, dr. Itna Warnida, Sp.P, FISR, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone mengingatkan bahwa dampak paparan asap karhutla tidak selalu berhenti setelah seseorang keluar dari area yang dipenuhi asap. Paparan karbon monoksida dan partikel berukuran sangat kecil dapat memberikan dampak terhadap paru-paru hingga organ tubuh lainnya.

Berikut 5 efek berbahaya yang perlu diwaspadai setelah terpapar asap karhutla:

1. Kekurangan Oksigen Akibat Karbon Monoksida

Karbon monoksida (CO) merupakan salah satu gas berbahaya yang dapat ditemukan dalam asap hasil pembakaran. Ketika terhirup dalam jumlah tinggi, gas ini dapat mengganggu kemampuan tubuh mendapatkan oksigen.

Menurut dr. Itna, paparan karbon monoksida dalam kondisi berat bahkan dapat menyebabkan seseorang meninggal di tempat. Sementara itu, orang yang berhasil selamat dari paparan berat dapat mengalami dampak akibat tubuh yang sebelumnya mengalami kekurangan oksigen.

Kondisi kekurangan oksigen yang parah berpotensi menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan dapat meninggalkan dampak kesehatan dalam jangka panjang.

“Jadi kondisi kalau kita sempat terhirup karbon monoksida walaupun kita selamat, karbon monoksida itu hati-hati loh bisa meninggal di tempat. Kalau misalkan kita selamat, tubuh kita kan pernah mengalami kondisi kekurangan oksigen yang parah dan itu bisa menyebabkan kerusakan-kerusakan permanen di kemudian harinya,” ujar dr. Itna.

2. Merusak dan Menurunkan Fungsi Paru

Asap karhutla juga mengandung partikel-partikel halus yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Salah satunya adalah PM2.5, yaitu partikel dengan ukuran sangat kecil yang dapat mencapai bagian terdalam paru-paru. Bahkan, partikel yang lebih kecil seperti PM0.1 dapat mencapai saluran pernapasan paling ujung hingga alveolus.

Paparan dalam waktu lama dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada jaringan paru-paru. Kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan fungsi paru, bahkan setelah seseorang tidak lagi terpapar asap.

“Belum lagi kalau kita bicara PM2.5 atau yang lebih halus lagi PM0.1, dia kan bisa masuk ke ujung paru ke saluran paru yang paling ujung ke alveolus,” jelas dr. Itna.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement