Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Efek Berbahaya Asap Karhutla, dari Kerusakan Paru hingga Risiko Kanker

Djanti Virantika , Jurnalis-Kamis, 27 Agustus 2026 |13:05 WIB
5 Efek Berbahaya Asap Karhutla, dari Kerusakan Paru hingga Risiko Kanker
5 efek berbahaya asap karhutla. (Foto: Freepik)
A
A
A

3. Partikel Halus Dapat Masuk ke Peredaran Darah

Terungkap! Ada 10 Rumah Sakit Tempat Kerja Nakes dan Tenaga Medis yang Komentar Negatif ke Pasien BPJS

Bahaya partikel polusi tidak hanya berhenti di paru-paru. Karena ukurannya yang sangat kecil, sebagian partikel dapat mencapai bagian terdalam paru dan berpotensi masuk ke dalam peredaran darah.

Ketika partikel atau respons inflamasi akibat polusi memengaruhi sirkulasi tubuh, dampaknya dapat meluas ke berbagai organ. Hal inilah yang membuat paparan asap karhutla perlu dipandang sebagai masalah kesehatan yang tidak hanya berkaitan dengan sistem pernapasan.

“Dia (paparan PM2.5 atau PM0.1) bisa masuk ke peredaran darah.  Bayangkan kerusakan yang bisa disebabkannya sampai masuk ke peredaran darah, dia bisa merusak fungsi paru, menurunkan fungsi paru walaupun kita sudah tak perpapar lagi tapi sebelumnya kan kita sudah sempat terpapar dalam waktu yang lama. Dia sudah lengket-lengket di situ sudah menyebar di situ,” tutur dr. Itna.

4. Meningkatkan Risiko Gangguan Jantung dan Kardiovaskular

Paparan polusi udara juga dapat memberikan dampak terhadap sistem kardiovaskular. Menurut dr. Itna, partikel yang berasal dari asap karhutla bukan hanya berpotensi merusak paru-paru, tetapi juga dapat berdampak pada jantung dan organ tubuh lainnya.

Risiko ini menjadi perhatian terutama ketika seseorang mengalami paparan dalam waktu lama atau terpapar polusi dengan konsentrasi tinggi. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap asap karhutla hanya sebagai penyebab batuk atau sesak napas sementara.

“Bukan hanya bisa merusak paru, dia (paparan partikel karhutla) juga bisa merusak secara kardiovaskuler ke jantung dan organ tubuh lain dan itu berbahaya,” ucap dr. Itna.

5. Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker

Dampak paparan polusi udara juga menjadi perhatian dalam kaitannya dengan kanker. dr. Itna menyebutkan bahwa sejumlah penelitian bahkan mengaitkan paparan polutan dengan risiko terjadinya kanker.

Artinya, dampak asap karhutla tidak selalu langsung terlihat. Sebagian efek kesehatan dapat muncul atau berkembang dalam jangka panjang, terutama jika seseorang berulang kali atau dalam waktu lama terpapar polusi udara.

“Beberapa penelitan bahkan menyebutkan bisa menimbulkan kanker,” tutup dr. Itna.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement