Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bangun Tenda Rumah Sakit, Menkes: Ada IGD dan Ruang Operasi

Niko Prayoga , Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |15:10 WIB
Bangun Tenda Rumah Sakit, Menkes: Ada IGD dan Ruang Operasi
Bangun Tenda Rumah Sakit, Menkes: Ada IGD dan Ruang Operasi (Foto: Kemenkes)
A
A
A

JAKARTA — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membangun Rumah Sakit Lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menjaga pelayanan medis bagi masyarakat terdampak gempa. Fasilitas tersebut dilengkapi sejumlah tenda, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), ruang operasi, hingga ruang rawat inap.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung Rumah Sakit Lapangan tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya bersama Kemenkes, Budi memperlihatkan sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk mendukung penanganan pasien setelah sejumlah fasilitas kesehatan terdampak gempa.

Budi mengatakan terdapat lima tenda yang telah didirikan. Fasilitas tersebut terdiri atas satu tenda IGD, satu tenda ruang operasi, serta tiga tenda untuk ruang rawat inap.

"Saya di Stadion Goloduka, Kabupaten Ruteng, adalah lokasi tempat dibangunnya rumah sakit lapangan. Kita sudah pasang ada lima tenda, satu untuk IGD, kemudian satu khusus untuk ruang operasi, dan kita untuk pasien," kata Budi, dikutip Jumat (21/8/2026).

Menurut Budi, tiga tenda rawat inap tersebut saat ini memiliki kapasitas sekitar 60 pasien. Kemenkes berencana menambah tenda agar daya tampung dapat ditingkatkan hingga 100 pasien.

“Tiga tenda ini bisa masing-masing 20, ada 60 rawat inap. Kita berencana akan tambah lagi sehingga minimal jadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali,” ucapnya.

Budi kemudian menunjukkan bagian dalam tenda rawat inap yang dilengkapi sejumlah tempat tidur pasien. Ia menjelaskan, fasilitas tersebut dibuat dengan lantai khusus untuk memudahkan mobilitas tenaga kesehatan, termasuk saat membawa obat maupun makanan menggunakan troli.

Lantai tersebut juga dirancang untuk membantu mencegah air masuk ke area perawatan ketika hujan turun.

“Sekarang kita masuk ke ruang rawat inapnya. Nah, standarnya Kemenkes, ruang rawat inap nanti ada lantainya seperti ini. Jadi kalau bawa-bawa dorongan tuh gampang dan juga sekaligus bersih, nggak basah kalau di bawah ada air jadi nggak masuk,” jelas Budi.

Ia menambahkan, tenda rawat inap tersebut menggunakan standar yang diterapkan UNICEF untuk fasilitas kesehatan dalam situasi bencana. Setiap tenda dapat diatur untuk menampung sejumlah tempat tidur pasien.

“Ini nanti kira-kira bed-nya dipasang seperti ini, bisa 10 × 2 jadi 20. Tendanya ini standarnya UNICEF, dipakai di mana-mana kalau ada bencana,” tambahnya.

Dilengkapi Ruang Operasi

Selain fasilitas rawat inap, Rumah Sakit Lapangan tersebut juga memiliki tenda khusus untuk tindakan operasi. Budi memperlihatkan bagian dalam ruangan yang dirancang untuk mendukung prosedur medis dengan kondisi steril.

Menurutnya, fasilitas tersebut telah digunakan dalam penanganan bencana di sejumlah daerah sebelumnya, termasuk Sumedang dan Aceh.

“Ini adalah ruang operasinya dan ini nanti disterilisasi di sini, nanti jadinya kayak begini di dalamnya. Nanti masih dibersihkan. Nah, ini ruangnya steril, kita bisa isolasi dan pernah dipakai waktu bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh. Itu lampunya, kemudian untuk memasukkan alatnya, ini meja operasinya di sana,” pungkas Budi.

Rumah Sakit Lapangan tersebut menjadi bagian dari respons Kemenkes untuk mempertahankan akses pelayanan kesehatan selama fasilitas kesehatan permanen di wilayah terdampak gempa belum dapat beroperasi secara optimal.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement