Dalam penelitian tersebut, peserta dengan MASLD dibagi menjadi dua kelompok. Salah satu kelompok diminta mengonsumsi tomat mentah dan saus tomat setiap hari. Jumlahnya kurang lebih setara dengan satu tomat berukuran besar ditambah beberapa sendok makan saus tomat.
Sementara itu, kelompok lainnya menjalani pola makan tanpa tomat selama periode penelitian.
Setelah enam minggu, peneliti kembali mengevaluasi kondisi hati para peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa kelompok yang mengonsumsi tomat mengalami penurunan jumlah lemak hati yang lebih besar dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi tomat.
Temuan tersebut menarik perhatian karena perubahan tersebut tidak disertai penurunan berat badan maupun perubahan komposisi tubuh yang berarti.
Menurut Nadege Gunn, dokter spesialis hepatologi bersertifikat sekaligus kepala medis bidang hepatologi dan kedokteran obesitas di Iterative Health, hasil tersebut mengindikasikan bahwa manfaat yang ditemukan tidak semata-mata berasal dari berkurangnya asupan makanan atau berat badan.