
Selain proses penyesuaian organ tubuh, faktor psikologis seperti tingkat stres selama masa transisi juga memegang peranan penting. Gejala withdrawal kerap membuat seseorang lebih rentan mengalami stres, yang pada akhirnya memicu peningkatan produksi asam lambung.
"Ditambah lagi karena sakau nikotin itu membuat orang menjadi stres. Nah, kita semua tahu kan kalau stres juga akan memicu naiknya asam lambung. Jadi kalau sudah berhenti merokok jangan stres," tambah Prof. Erlina.
Bagi masyarakat yang sedang berjuang di fase ini, Prof. Erlina mengimbau agar tidak menyerah dan tetap bersabar. Gejala sakau nikotin umumnya hanya berlangsung sementara, berkisar antara dua hingga empat minggu.
Jika keluhan asam lambung dirasa mengganggu, perokok dapat berkonsultasi ke dokter. Hal ini perlu dilakukan agar mendapat penanganan medis yang tepat.
"Dan kalau memang kemudian asam lambungnya naik, ya minum aja obat yang bisa menurunkan asam lambung, minta ke dokter ya. Jadi Anda sudah hebat berhenti merokok. Untuk mengatasi sakau nikotinnya butuh waktu sedikit saja, bisa dua minggu, tiga minggu, mungkin empat minggu. Sabar ya, berhenti merokok itu baik buat Anda. Ingat, merokok membunuhmu," pungkas dia.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.