Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Asam Lambung Sering Kambuh saat Berhasil Stop Rokok?

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2026 |12:05 WIB
Mitos atau Fakta: Asam Lambung Sering Kambuh saat Berhasil Stop Rokok?
Pria alami gerd. (Foto: Freepik)
A
A
A

BEBERAPA orang merasakan asam lambung menjadi sering kambuh saat sudah berhasil berhenti merokok. Hal ini tentu jadi tantangan lain bagi orang-orang yang tengah berhenti merokok.

Pasalnya, berhasil lepas dari jerat adiksi rokok tentu menjadi sebuah pencapaian besar bagi kesehatan. Namun, tidak sedikit mantan perokok yang justru mengeluhkan munculnya masalah kesehatan baru tak lama setelah berhenti. Tetapi, apakah anggapan itu benar fakta ataukah hanya mitos semata?

9 Cara Turunkan Asam Lambung Tanpa Obat (Freepik)

1. Asam Lambung Sering Kambuh saat Berhasil Stop Rokok?

Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prof. Erlina Burhan, dalam unggahan video di akun Instagramnya menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan hal yang wajar. Munculnya gangguan asam lambung setelah berhenti merokok merupakan bagian dari gejala putus nikotin (nicotine withdrawal) atau sakau nikotin.

Prof Erlina menceritakan pengalaman klinisnya saat mendapati pasien yang mengalami keluhan tersebut seusai mengikuti sarannya untuk berhenti merokok.

"Ini berita gembira nih ya, ada pasien saya yang saya nasihati untuk berhenti merokok dan dia berhenti. Harusnya senang banget. Tapi enggak lama kemudian dia datang mengatakan, 'Prof, kenapa saya sekarang setelah berhenti merokok malah asam lambungnya naik?'" ujar Prof. Erlina, dikutip Kamis (20/8/2026).

Prof Herlina menegaskan bahwa kenaikan asam lambung pasca-berhenti merokok memang saling berkaitan, meski dampaknya hanya berlangsung jangka pendek. Saat pasokan nikotin berhenti, tubuh memerlukan proses adaptasi sistem saraf dan pencernaan.

"Nah, kenapa demikian? Ini ada memang hubungannya, tapi sifatnya sementara. Jadi memang kalau berhenti merokok ada beberapa gejala karena henti nikotin atau sakau nikotin istilahnya. Itu akan beberapa efek, satu tubuh menyesuaikan diri. Jadi antara saraf dan saluran cerna menyesuaikan diri sehingga untuk sementara asam lambungnya produksinya akan meningkat," jelas dia.

 

2. Faktor Penyebab

Asam Lambung Naik

Selain proses penyesuaian organ tubuh, faktor psikologis seperti tingkat stres selama masa transisi juga memegang peranan penting. Gejala withdrawal kerap membuat seseorang lebih rentan mengalami stres, yang pada akhirnya memicu peningkatan produksi asam lambung.

"Ditambah lagi karena sakau nikotin itu membuat orang menjadi stres. Nah, kita semua tahu kan kalau stres juga akan memicu naiknya asam lambung. Jadi kalau sudah berhenti merokok jangan stres," tambah Prof. Erlina.

Bagi masyarakat yang sedang berjuang di fase ini, Prof. Erlina mengimbau agar tidak menyerah dan tetap bersabar. Gejala sakau nikotin umumnya hanya berlangsung sementara, berkisar antara dua hingga empat minggu.

Jika keluhan asam lambung dirasa mengganggu, perokok dapat berkonsultasi ke dokter. Hal ini perlu dilakukan agar mendapat penanganan medis yang tepat.

"Dan kalau memang kemudian asam lambungnya naik, ya minum aja obat yang bisa menurunkan asam lambung, minta ke dokter ya. Jadi Anda sudah hebat berhenti merokok. Untuk mengatasi sakau nikotinnya butuh waktu sedikit saja, bisa dua minggu, tiga minggu, mungkin empat minggu. Sabar ya, berhenti merokok itu baik buat Anda. Ingat, merokok membunuhmu," pungkas dia.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement