Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Lain dari Pil KB, Bisa Atasi Jerawat hingga Kista

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2026 |09:05 WIB
Fakta Lain dari Pil KB, Bisa Atasi Jerawat hingga Kista
Ilustrasi pil KB. (Foto: dok Magnific/azerbaijan_stockers)
A
A
A

JAKARTA - Pil KB selama ini lebih dikenal sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Namun, penggunaan kontrasepsi hormonal ternyata punya sejumlah manfaat lain yang berkaitan dengan kesehatan perempuan.

Dikutip dari Verywell Health, pil KB hormonal dapat membantu mengatur siklus menstruasi, mengurangi nyeri haid, hingga menurunkan risiko beberapa jenis kanker. 

Manfaat Pil KB

Berikut ini sederet manfaat pil KB selain mencegah kehamilan:

  • Membuat siklus menstruasi lebih teratur

Pil KB hormonal memberikan kadar hormon yang lebih stabil sehingga siklus menstruasi dapat menjadi lebih teratur dan mudah diprediksi. Penggunaan pil KB juga dapat membantu mengurangi perdarahan menstruasi yang terlalu banyak.  

  • Bantu mengurangi gejala PMS

Perubahan hormon sebelum menstruasi dapat memicu berbagai gejala PMS, seperti payudara terasa nyeri, kram, sakit kepala, sakit punggung, mudah lelah, hingga perubahan suasana hati.

Kontrasepsi hormonal, terutama pil yang mengandung estrogen dan progesteron, dapat membantu menjaga kadar hormon lebih stabil sehingga gejala PMS maupun PMDD yang lebih berat dapat berkurang.  

  • Redakan nyeri haid

Perempuan yang mengalami menstruasi berat dan menyakitkan juga dapat memperoleh manfaat dari pil KB hormonal. Pil KB bekerja dengan mencegah ovulasi, yang pada akhirnya dapat mengurangi kontraksi rahim. Kondisi tersebut dapat membantu meredakan rasa sakit sebelum maupun selama menstruasi.  

  • Bantu atasi jerawat

Perubahan hormon dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat, termasuk jerawat yang sering muncul menjelang menstruasi. Pil KB tertentu yang mengandung estrogen dan progesteron dapat membantu menjaga kadar hormon lebih stabil sehingga berpotensi mengurangi jerawat dan membantu membuat kulit tampak lebih bersih.  

  • Bantu cegah kista ovarium

Kista ovarium merupakan kantung berisi cairan yang dapat terbentuk di ovarium, salah satunya ketika terjadi ovulasi. Karena pil KB hormonal dapat mencegah ovulasi, penggunaannya dapat membantu mengurangi kemungkinan terbentuknya kista ovarium tertentu. Kontrasepsi hormonal juga dapat membantu mengelola gejala yang berkaitan dengan PCOS.  

  • Bantu atasi gejala endometriosis

Endometriosis dapat menyebabkan jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan menstruasi terasa sangat sakit dan perdarahan lebih banyak.

Pil KB dapat membantu mengendalikan gejala dengan memungkinkan menstruasi dilewati dan mengurangi rasa sakit serta peradangan yang biasanya muncul menjelang atau selama menstruasi.  

  • Bantu cegah migrain yang berkaitan dengan hormon

Pada sebagian perempuan, perubahan hormon menjelang atau saat menstruasi dapat memicu migrain. Kontrasepsi hormonal dapat membantu menjaga kadar hormon lebih konsisten sehingga pada kondisi tertentu dapat membantu mengatasi atau mencegah migrain yang dipicu perubahan hormon.  

  • Turunkan risiko anemia

Menstruasi yang sangat banyak dapat membuat seseorang kehilangan banyak darah setiap bulan dan meningkatkan risiko anemia.

Dengan membantu mengurangi perdarahan menstruasi, pil KB hormonal dapat mengurangi jumlah darah yang hilang sehingga risiko anemia akibat menstruasi berat juga dapat menurun.  

  • Turunkan risiko beberapa jenis kanker

Penggunaan kontrasepsi hormonal juga dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker. Pil KB dapat menurunkan risiko kanker ovarium, kanker endometrium, dan kanker kolorektal.

Pengguna pil KB disebut memiliki risiko terkena kanker ovarium yang lebih rendah hingga sekitar 50 persen. Namun meski memiliki sejumlah manfaat, kontrasepsi hormonal tidak otomatis cocok untuk setiap orang. 

Efek Samping Pil KB

Penggunaan pil KB juga dapat menimbulkan efek samping, seperti perubahan berat badan, perdarahan di luar jadwal menstruasi, sakit kepala, payudara terasa nyeri, perubahan suasana hati, dan perubahan libido.  

Perempuan berusia 35 tahun ke atas yang merokok juga perlu berhati-hati karena penggunaan kontrasepsi hormonal tertentu dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, serangan jantung, dan stroke.

Karena itu, pemilihan kontrasepsi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.  

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement