“Jadi jangan hanya bertanya, ‘Dok, bagaimana supaya anak saya cepat gemuk?’ Tapi tanyakan, ‘Dok, pertumbuhan anak saya masih sesuai kurva atau tidak ya?’,” tuturnya.
Lebih lanjut, dr. Ardi menekankan pentingnya mengejar pertumbuhan anak secara proporsional. Penilaian kondisi fisik anak tidak bisa hanya didasarkan pada patokan usia atau perbandingan secara visual semata, melainkan harus diukur secara komprehensif berdasarkan indikator medis yang objektif.
“Jadi jangan cuma mengejar anak supaya gemuk. Yang harus kita kejar adalah pertumbuhan yang optimal dan proporsional sesuai dengan tinggi badannya, bukan cuma sekadar mencocokkan dengan usianya. Berat badan harus dinilai bersama panjang atau tinggi badan, usia, jenis kelamin, dan tren kurva pertumbuhannya,” papar dr. Ardi.
Ia menilai, anak yang sehat belum tentu harus gendut atau chubby melainkan bagaimana ia bisa tumbuh optimal.
“Ingat, sehat tidak harus chubby. Target kita anak tumbuh optimal, bukan sekadar angka timbangan yang besar, dan sampai kapan pun anak enggak boleh gemuk ya,” tuturnya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.