Tetapi menurut dokter, masalah yang lebih besar bukan semata-mata jusnya. Yang berbahaya adalah ketika orang terlalu percaya pada jus daun pepaya sampai menunda pemeriksaan darah atau pergi ke rumah sakit.
Padahal, keterlambatan tersebut bisa membuat tanda-tanda DBD berat, seperti perdarahan, kebocoran plasma, hingga syok tidak terdeteksi dan ditangani tepat waktu.
DBD bisa memiliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang. Jenis virus dengue yang berbeda juga dapat beredar pada waktu yang sama, dan respons tubuh setiap orang terhadap virus bisa berbeda. Karena itu, jumlah trombosit bukan satu-satunya patokan.
Untuk kasus DBD yang tidak mengalami komplikasi, pasien umumnya membutuhkan cukup cairan, istirahat, pengendalian demam, serta pemantauan kondisi secara berkala.
Kalau diperlukan pemeriksaan darah tambahan, pemantauan lebih ketat, atau bahkan rawat inap, keputusan tersebut harus dibuat berdasarkan kondisi pasien secara keseluruhan oleh dokter, bukan hanya berdasarkan satu angka dari hasil.