
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan pemain maupun klub untuk membantu mengurangi risiko cedera. Pertama, pertahankan latihan kekuatan dan kondisi fisik sepanjang tahun.
Kemudian, lakukan pemanasan yang tepat, termasuk 3–5 menit aktivitas aerobik ringan dan peregangan dinamis. Lalu, gunakan perlengkapan pelindung yang sesuai, seperti pelindung tulang kering (shin guards) dan sepatu sepak bola yang sesuai dengan jenis lapangan.
Kamu juga bisa latih teknik mendarat yang benar, terutama setelah melakukan lompatan. Kemudian, kelola beban latihan dan pertandingan agar tubuh mendapatkan waktu yang cukup untuk beradaptasi dan pulih. Terakhir, prioritaskan pemulihan setelah latihan maupun pertandingan.
Sebagian besar cedera sepakbola terjadi tanpa kontak langsung dengan pemain lain dan, dalam banyak kasus, risikonya dapat dikurangi melalui persiapan yang tepat. Program pemanasan yang terstruktur, latihan kekuatan yang berfokus pada otot-otot tungkai, terutama quadriceps dan hamstring—teknik mendarat yang benar, pengaturan beban latihan, serta program pemulihan yang memadai semuanya berperan penting dalam mengurangi risiko cedera.
Sepakbola merupakan olahraga dengan kombinasi gerakan berintensitas tinggi. Pemain dapat melakukan sprint dalam waktu singkat, berhenti mendadak, melakukan perubahan arah, melompat, mendarat, menendang, serta melakukan kontak fisik dengan pemain lawan.
Semua gerakan tersebut memberikan tekanan besar pada otot, tendon, ligamen, tulang rawan, dan persendian. Risiko cedera juga dapat meningkat ketika pemain mengalami kelelahan, kurang mendapatkan waktu pemulihan, memiliki riwayat cedera sebelumnya, atau peningkatan beban latihan dilakukan terlalu cepat.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.