Berdasarkan alasan di atas, Kawaguchi menegaskan bahwa tiga kelompok orang ini pantang sarapan hanya dengan sebutir telur rebus:
Orang yang butuh konsentrasi tinggi di pagi hari: Karyawan kantoran yang banyak duduk di meja atau pelajar butuh asupan glukosa untuk fungsi otak. Telur rebus nyaris tidak ada karbohidratnya, sehingga bisa bikin energi otak rendah dan sulit fokus.
Orang dengan aktivitas fisik tinggi: Kalau kamu banyak berdiri atau berolahraga di pagi hari, kamu butuh isi ulang energi yang pas. Satu butir telur tidak akan cukup jadi bahan bakar, yang akhirnya bikin kamu cepat lelah dan lapar.
Orang yang sedang diet: Banyak yang salah paham dan berpikir kalau makan satu telur untuk sarapan itu adalah cara jitu mengontrol kalori. Padahal, mengurangi porsi sarapan secara drastis akan memberikan sinyal "lapar" ke tubuh. Pada akhirnya, kamu malah makan berlebihan saat makan siang atau keseringan ngemil, yang akhirnya justru bikin berat badan naik.
4 Makanan Pendamping Telur Rebus agar Otak Makin Encer
Kawaguchi menjelaskan bahwa telurnya sendiri itu sama sekali tidak salah; telur adalah sumber protein berkualitas yang luar biasa. Yang paling penting itu adalah pasangannya. Dia menyarankan untuk mengombinasikan telur rebus dengan karbohidrat, seperti:
Telur rebus dan nasi
Telur rebus dan roti
Telur rebus dan nasi kepal (onigiri)
Selain itu, menambahkan sup atau salad buah dan sayur juga sangat direkomendasikan untuk menambah asupan vitamin dan serat.
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.