JAKARTA - Pernahkah kamu hanya makan satu telur rebus untuk sarapan saat sedang bergegas berangkat kerja atau sekolah? Hati-hati, ternyata kebiasaan ini bisa menurunkan konsentrasi kamu!
Seorang ahli gizi mengingatkan bahwa ada tiga kelompok orang yang pantang hanya makan telur rebus saja saat sarapan. Lantas, bagaimana sebaiknya kombinasinya agar otak bisa bekerja lebih maksimal?
Melansir Yoga Journal, ahli gizi Megumi Kawaguchi mengungkapkan, telur rebus memang sering jadi pilihan sarapan andalan. Selain gampang disiapkan, telur juga kaya akan protein berkualitas tinggi, vitamin B2, B12, D, zat besi, dan zink.
Walaupun bergizi dan bagus sebagai menu sarapan yang sehat, telur tidak punya satu nutrisi pagi yang sangat penting: karbohidrat. Bahkan saat tidur, tubuh manusia tetap memproses dan membakar energi. Jadi saat bangun, cadangan energi menipis.
Padahal sumber energi utama otak, yaitu glukosa, punya cadangan yang sangat terbatas di dalam hati (liver). Kalau asupan karbohidrat kurang saat sarapan, energi untuk otak jadi rendah. Akibatnya bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan mengambil keputusan, menurunnya konsentrasi, sulit fokus, dan badan terasa lelah.
Berdasarkan alasan di atas, Kawaguchi menegaskan bahwa tiga kelompok orang ini pantang sarapan hanya dengan sebutir telur rebus:
Kawaguchi menjelaskan bahwa telurnya sendiri itu sama sekali tidak salah; telur adalah sumber protein berkualitas yang luar biasa. Yang paling penting itu adalah pasangannya. Dia menyarankan untuk mengombinasikan telur rebus dengan karbohidrat, seperti:
Selain itu, menambahkan sup atau salad buah dan sayur juga sangat direkomendasikan untuk menambah asupan vitamin dan serat.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.