TOILET jongkok dan toilet duduk sering dibandingkan. Tak hanya dari sisi kenyamanan, namun juga manfaatnya bagi kesehatan.
Banyak yang menilai toilet jongkok lebih baik untuk posisi buang air besar (BAB). Namun apakah itu mitos atau fakta?

Perawat bernama Rizal melalui akun X @afrkml mengungkapkan bahwa posisi jongkok dinilai lebih ergonomis dan sesuai dengan anatomi tubuh saat buang air besar. Menurutnya, posisi jongkok dapat membantu proses BAB menjadi lebih lancar karena membuat jalur keluarnya feses lebih lurus.
“Btw untuk ukuran kesehatan, jauh lebih baik toilet jongkok gaes drpd duduk krn posisi jongkok tuh lebih ergonomis & sesuai anatomi,” tulis Rizal.
Rizal menjelaskan, saat jongkok, sudut antara rektum dan anus menjadi lebih terbuka. Dengan begitu, proses pengeluaran feses dinilai lebih mudah.
“Posisi jongkok bikin sudut antara rektum & anus jadi lebih kebuka sehingga jalur keluarnya feses relatif lebih lurus,” lanjutnya.

Meski demikian, Rizal mengingatkan bahwa toilet jongkok tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Menurutnya, lansia maupun orang yang memiliki gangguan keseimbangan, keterbatasan mobilitas, serta masalah pada lutut atau pinggul justru bisa merasa kesulitan menggunakan toilet jongkok.
“Meski umumnya posisi ngising jongkok lebih direkomendasikan, ga semua orang akan nyaman dengan posisi ini, misal bagi lansia, orang dengan gangguan keseimbangan, keterbatasan mobilitas, atau masalah lutut dan pinggul,” tulis Rizal.
Namun, tetap saja, pilihan kenyamanan tergantung pada seseorang. Ada yang lebih nyaman menggunakan toilet jongkok karena merasa BAB menjadi lebih lancar.
Namun, ada juga yang menilai toilet duduk tetap lebih praktis. Utamanya bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.