Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Residu di Alat Makan Bayi Bisa Picu Diare? Ini Penjelasan Dokter

Niko Prayoga , Jurnalis-Kamis, 30 Juli 2026 |21:04 WIB
Mitos atau Fakta: Residu di Alat Makan Bayi Bisa Picu Diare? Ini Penjelasan Dokter
Bayi. (Foto: Freepik)
A
A
A

MENGURUS bayi memanglah tidak mudah. Apalagi, saat bayi mengalami sakit seperti diare, orang tua menjadi panik.

Padahal, ada berbagai hal kecil yang bisa mencegah terjadinya sakit atau diare pada bayi. Pasalnya, pencernaan bayi sendiri masih sensitif.

Bayi Makan

1. Residu di Alat Makan Bayi

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Gia Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan, menjaga pencernaan bayi agar tidak terkena diare bukan hanya soal pemilihan makanan. Tetapi, juga alat makan bayi yang benar-benar bersih serta aman untuk digunakan.

“Meskipun sudah fokus memilih makanan terbaik untuk si kecil. Tapi seringkali ada satu hal yang luput dari orang tua. Alat makan yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bersih,” kata dr. Gia.

Menurutnya, alat makan bayi terkadang hanya dicuci secara biasa layaknya alat makan lainnya. Padahal alat makan bayi yang terlihat bersih belum tentu higienis digunakan. Bisa saja ada residu seperti dari lemak susu yang masih menempel.

“Residu lemak susu atau makanan yang masih menempel sering kali tidak terlihat oleh mata,” ucap dia.

dr. Gia menjelaskan, residu tersebut bisa menjadi sarang berkembangnya bakteri Escherichia atau E. coli serta Staphylococcus aureus. Keduanya bisa memicu diare bahkan meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada bayi.

“Residu tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri seperti E. coli dan Staphylococcus aureus. Jika kebersihannya tidak dijaga dengan baik, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, termasuk diare,” jelas dr. Gia.

 

2. Pakai Sabun Cuci 100 Persen Food Grade

Bayi makan

Maka dari itu, dr. Gia mengajak orang tua mencegah hal tersebut dimulai dari hal terkecil. Salah satunya mencuci alat makan bayi dengan bersih menggunakan sabun cuci dengan indikator food grade 100 persen.

“Sehingga lebih aman untuk perlengkapan makan si kecil dan tidak beresiko jika tertelan residu dalam jumlah sangat kecil setelah pembilasan,” tutur dia.

Meski demikian, dr. Gia menegaskan orang tua juga harus memperhatikan formula bebas Paraben saat membeli atau menggunakan sabun cuci alat makan bayi 100 persen food grade itu. Bahkan, orang tua harus bisa dipastikan sabun tersebut teruji klinis dan bebas iritasi dan alergi pada bayi.

“Karena untuk si kecil, memilih produk yang sesuai standar adalah salah satu bentuk perhatian orang tua setiap hari. Untuk ayah dan bunda yang masih terus belajar, jangan terlalu keras sama diri sendiri dan semangat terus ya! Memang kita gak langsung tahu segalanya, tapi yang paling penting kita terus belajar dan kasih yang terbaik untuk si kecil, dimulai dari hal-hal kecil setiap hari,” pungkas dr. Gia.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement