JAKARTA - Indonesia memiliki kekayaan alam, keberagaman budaya, letak strategis, dan tenaga kesehatan yang terampil. Semua ini merupakan modal besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat wisata medis utama di Asia.
Sayangnya, potensi besar ini belum dimaksimalkan. Negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan India telah berhasil meraup pendapatan hingga miliaran dolar dari sektor ini. Padahal Indonesia juga bisa memaksimalkan sektor ini.
Wisata medis tak hanya sebatas pengobatan saat sakit, tetapi memiliki cakupan yang lebih luas:
1. Pencegahan Sejak Dini: Pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up), deteksi dini penyakit, dan konsultasi gaya hidup.
2. Peningkatan Kebugaran: Program pengaturan berat badan, peningkat vitalitas, dan retret kebugaran.
3. Pemulihan dan Rehabilitasi: Terapi pemulihan pasca stroke, cedera olahraga, atau pascaoperasi di lingkungan yang tenang.
4. Penyembuhan Menyeluruh (Holistic Healing): Program penanganan stres, yoga, meditasi, dan kearifan lokal di tempat yang asri.
5. Perawatan Kecantikan Integratif: Perawatan kulit, bedah estetika, dan kesehatan gigi yang memadukan teknologi modern serta bahan alami.
Menurut Kementerian Kesehatan, Dewan Nasional Wisata Medis dan Kesehatan (DNWMK) telah menyusun peta jalan jangka panjang (10-20 tahun) dan membagi peran tiap daerah sesuai keunggulannya. Ada beberapa daerah di Indonesia sebagai lokasi wisata medis, antara lain:
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.